alexametrics

Awal Pandemi Bisa Jual 50 Sepeda Dalam Sehari, Sekarang Hanya Lima

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Tren sepeda sempat terjadi di awal pandemi tahun lalu. Namun, antusias masyarakat terhadap kendaraan kayuh ini mulai mengalami penurunan.

Othman Yulianto pemilik toko sepeda Anugrah di Jalan Beringin IV, Magelang mengaku penjualan sepeda merosot bersamaan dengan tren gowes yang mulai memudar dalam beberapa bulan terakhir. Dampaknya permintaan sepeda mulai menurun dibandingkan dengan di tahun 2020. Terutama di awal pandemi.

“Dulu, dalam sehari bisa 20 sampai 50 orang membeli sepeda. Sekarang, hanya 5 orang,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Senin (28/6/2021).

Menurut Othman landainya permintaan sepeda dipengaruhi oleh banyak hal. Seperti kembalinya aktivitas bekerja masyarakat, sudah banyak yang punya sepeda, dan kondisi ekonomi yang belum pulih 100 persen. “Dengan kondisi ekonomi yang saat ini masih belum stabil, masyarakat lebih fokus untuk membeli kebutuhan pokok daripada membeli sepeda,” ujarnya saat ditemui di tokonya.

Baca juga:  Kota Magelang Butuh Big Data Terintegrasi

Othman menambahkan menurunnya minat masyarakat terhadap sepeda tidak mempengaruhi harga sepeda. Harga sepeda di tokonya masih normal, ada yang naik ada juga yang turun. Semua tergantung pabrik dan stoknya.

Senada dengan Othman, Dewi pemilik toko sepeda Damai di Jalan Pemuda 86, Magelang mengaku mulai tahun 2021 ini jumlah pembeli sepeda di tokonya menurun 50 persen. “Harga sepeda tidak mengalami penurunan, masih tetap dan ada yang malah naik harganya. Tergantung dari merknya. Apalagi saat ini bahan baku sepeda harganya juga naik,” jelas Dewi saat ditemui di tokonya. (rfk/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya