alexametrics

Tiga Amunisi Perbaiki Nasib Taman Kyai Langgeng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Warga Kertosari, Temanggung, Arif Taat Ujiyanto terpilih memimpin Perumda Obyek Wisata Taman Kyai Langgeng (TKL). Dia diberi waktu satu tahun untuk membuktikan kemampuannya mengubah nasib destinasi wisata unggulan Kota Magelang menjadi lebih baik.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengungkapkan alasannya menjatuhkan pilihan pada Arif Taat Ujiyanto, alias Taat. Itu juga pilihan wakil wali kota, dan sekda.

“Kita sepakat ini kenapa? Karena dia punya visi, misi, dan strategi dari tahun ke tahun, akan membuat program. Kita tunggu nanti,” ujarnya usai melantik Taat menjadi Dirut TKL, di area Kepodang, tempat wisata setempat, Kamis, (24/6/2021).

Ia berpesan agar TKL menjadi objek wisata yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Ada penambahan wahana. Berinovasi membuka wisata malam. Termasuk menggali potensi wisata religi.

Baca juga:  Sah! Ali Sobri Ketua Umum KONI Kota Magelang

“TKL bukan hanya wisata pohon, dan bunga. Tapi ada religinya, makam Kyai Sepanjang,” imbuhnya.

Arif Taat Ujiyanto sudah siapkan amunisi. Dia menyebutnya tiga transformasi. Yakni, business model transformation, atau tata kelola usaha. Lalu, brand image transformation. Segmentasi pasar selama ini adalah anak sekolah, maka perlu menggaet kelompok lainnya.

“Rata-rata sudah pada bosan ke sini, sehingga memilih wisata yang sedang viral. Maka kita perlu tahu, misalnya kebutuhan wisata anak milenial itu apa, ini  yang kita penuhi,” bebernya.

Terakhir finance transformation.  TKL menghadapi masalah besar saat pandemi Covid-19. Operasional yang dikeluarkan selama setahun Rp 10 miliar. Sementara pemasukkannya selama pandemi kurang dari Rp 2 miliar. Padahal saat normal, omzet TKL mencapai Rp 16 miliar. Sehingga bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kota Magelang. Melihat kondisi ini, dia merasa terpanggil.

Baca juga:  Pengeroyokan Berujung Maut, Sembilan Tersangka Dibekuk

Tempat ini juga membawa kenangan tersendiri baginya. Semasa kecil, dia kerap diajak berwisata di TKL. Ayahnya juga ikut dalam pengadaan satwa langka untuk mengisi koleksi TKL. “Itu dulu sekali, saat saya masih TK atau SD,” tutur pria 39 tahun itu. (put/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya