alexametrics

Sering Dikunjungi Artis, Balkondes Tuksongo Tawarkan Pemandangan Empat Gunung

Menghidupkan Ekonomi Warga di Kawasan Borobudur dengan Balkondes (2/bersambung)

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Balkondes Tuksongo kini menjadi salah satu ikon wisata Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur. Keindahan alam dan nuansa pedesaan menjadi daya tarik tersendiri. Sebelum pandemi, balkondes ini tak pernah sepi. Pengunjung datang silih berganti.

Berkunjung pada Kamis (10/6/2021) siang, wartawan koran ini  dimanjakan dengan pemandangan asri Pegunungan Menoreh. Terbentang luas di belakang balkondes. Memberikan nuansa yang betul-betul indah alami.

Sementara puncak Candi Borobudur tampak menyembul di depan balkondes. Sayang, karena berawan, pemandangan empat gunung, yakni Sumbing, Sindoro, Merbabu, dan Merapi, tidak tampak. “Di sini juga bisa lihat sunset. Kalau sore, biasanya ramai,” ujar supervisor Balkondes Tuksongo Andi Ahmad kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Menghadap ke barat, Balkondes Tuksongo memiliki area cukup luas. Kata Andi, sekitar 2,5 hektare. Tersedia empat joglo dan 20 kamar homestay.

Balkondes Tuksongo bisa digunakan untuk acara apapun. Mulai dari pernikahan, sarasehan, hingga temu kangen. Balkondes ini juga menawarkan meeting room, berbagai alat transportasi wisata, serta fasilitator atau operator wisata. Namun, gairah wisata maupun kegiatan di Balkondes Tuksongo menurun sejak pandemi Covid-19.

Baca juga:  Potensi PBB-P2 Magelang Rp 7,1 Miliar

“Even-even berkurang. Nggak ada live music. Pernikahan juga dibatasi, rata-rata dua kali per bulan,” tutur Andi.

Padahal sebelum pandemi, tak terhitung berapa acara yang digelar di Balkondes Majaksingi. Salah satu yang terbesar, acara Balkon Jazz tahun 2019 lalu. Acara musik tersebut menghadirkan Payung Teduh, Yura Yunita, Nostress, Rio Febrian, Dialog Dini Hari, Langit Sore, Tashoora, dan Frau.

Beberapa artis ibukota juga pernah datang dan menginap di Balkondes Tuksongo. Di antaranya Reza Aditya, Raymond Tungka, dan Tommy Kurniawan. “Pemain bola lokal Magelang-Sleman juga sering ke sini. Kayak Bagas-Bagus,” kata Andi sambil meracik kopi.

Dalam sehari, Balkondes Tuksongo bisa dikunjungi 100 orang. Paling ramai ketika malam. Mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Magelang. Mereka datang untuk sekadar makan, ngopi, dan nongkrong. “Karena pandemi, target pasar memang harus dipindah ke warga lokal,” aku Andi.

Baca juga:  Peringati Hari Sepeda Sedunia, Berangkat Kerja Naik Sepeda

Ditanya soal dampak ekonomi bagi masyarakat, Andi mengatakan, sejauh ini belum ada dampak signifikan. Namun sejak diresmikan Menteri BUMN Rini Soemarmo pada 20 Agustus 2017 lalu, balkondes sudah bisa memberdayakan masyarakat setempat. Mulai dari terbukanya kesempatan kerja hingga penguatan sektor UMKM melalui kerja sama dan paket wisata.“Yang jelas, keberadaan balkondes menumbuhkan kesadaran wisata bagi masyarakat. Selain itu juga memberi pemasukan ke desa,” ucap Andi. (rhy/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya