alexametrics

Siswa Minim, SDN Gelangan 7 Magelang Bakal Dimerger

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – SD Negeri Gelangan 7 Magelang akan digabung dengan SD Negeri Gelangan 2 Magelang. Menyusul jumlah siswa yang mendaftar hingga pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online gelombang pertama ditutup, hanya satu anak.

Kepala SD Negeri Gelangan 7 Ulfiyanti mengatakan sekolah sudah mendapatkan info langsung dari Dinas Pendidikan tentang digabungnya sekolah ini dengan SD Negeri Gelangan 2 Magelang. Ia menambahkan rencananya, bekas sekolah akan dijadikan pusat kegiatan guru dari TK sampai SMP se-Kota Magelang.

“Kami akan mengikuti dan mendukung arahan dari pemerintah, namun yang kasihan itu anak-anaknya,” ucap Ulfiyanti saat ditemui di SD Negeri Gelangan 7, Jumat (18/6/2021).

Ulfiyanti menambahkan rencana saat pengambilan raport Sabtu (19/6/2021) pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan orang tua wali murid. Kepala Disdikbud Kota Magelang Agus Sujito mengatakan proses merger sudah masuk finalisasi dan kemungkinan besar SD tersebut akan ditutup tahun ini. Apalagi penggabungan sekolah ini sudah direncanakan sejak dulu. Kalau SDN Gelangan 7 akan digabung dengan SDN Gelangan 2 yang lokasinya tidak jauh, hanya sekitar 300 meter.

Baca juga:  Siswa Gembira Bisa Sekolah Lagi

“Hal ini juga sudah melalui musyawarah dengan orangtua siswa, komite, guru, dan lainnya,” ucap Agus kepada wartawan koran ini Jumat (18/6/2021).

Agus menjelaskan alasan digabungnya SDN Gelangan 7 karena jumlah peserta didiknya sudah tak memenuhi syarat sejak beberapa tahun terakhir. Mereka hanya memililiki 54 siswa dari batas minimal yang ditentukan yakni 60 siswa untuk sekolah negeri.

Tak hanya SDN 7 Gelangan yang sepi peminat. Agus menjelaskan ada SDN Wates 3 Kecamatan Magelang juga hanya mendapat 7 pendaftar. Sedangkan SMP Bhakti Tunas Harapan sebanyak 22 siswa dan SMP Kristen Indonesia hanya ada 7 siswa baru. “Namun untuk sekolah yang satu kelas hanya memiliki 7 siswa tidak akan dimerger,” jelas Agus. (rfk/lis)

Baca juga:  Dikunjungi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Borobudur Tutup Lima Jam

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya