alexametrics

Petani Jadi Pihak Paling Dirugikan di Bisnis Tembakau

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Muhaimin, anak petani tembakau asal Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Kendati menjadi anak petani tembakau, dia tidak menggeluti bisnis tembakau. Sejak kecil tidak tertarik dengan tembakau.

Selain diedukasi akan bahaya tembakau di sekolah, Muhaimin mengalami sendiri bahaya jangka panjang tembakau bagi kesehatan. Dia mengatakan, orang tuanya menjadi sering batuk-batuk. “Itu yang memotivasi saya untuk jauh-jauh dari tembakau,” tuturnya dalam talk show  “Berani Berhenti Merokok” Rabu (16/6/2021) siang yang digelar Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Kegiatan ini untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Acara berlangsung virtual melalui Zoom Metting. Diikuti anak-anak petani tembakau Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Baca juga:  Kapolres Magelang Kota Sebar Alat Kebersihan ke Setiap Polsek

Muhaimin sadar petani tembakau jadi pihak paling dirugikan dalam bisnis tembakau. Sebab banyak kartel yang bergerak di dalamnya. Muhaimin lantas memilih berwirausaha dengan komoditas ubi. Setelah menyadari, usai panen tembakau setahun sekali, rata-rata petani di daerahnya menanam ubi.  “Saya pun berpikir, kenapa nggak dikembangkan saja. Agar ubi jalar nilainya lebih, atau paling tidak setara dengan tembakau,” ujarnya.

Hadir dalam acara itu Wali Kota Magelang Muchammad Nur Aziz mengamini bahaya rokok bagi kesehatan. Dia mengimbau generasi muda yang belum pernah merokok agar tidak mencobanya. Sebab rokok bersifat adiktif.

Namun tak bisa dipungkiri, cukai rokok masih menjadi salah satu pendapatan asli daerah (PAD) Kota Magelang. Hal ini pun masih terus dikaji. “Mau diteruskan atau tidak, mudah-mudahan ada keputusan terbaik,” tuturnya. (rhy/lis)

Baca juga:  Dakwah Jangan Singgung Umat Lain

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya