alexametrics

Pandemi, Penjualan Bonsai Justru Naik 50 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Ratusan peserta mengikuti kontes dan pameran bonsai di Balkondes Tuksongo, Borobudur Kabupaten Magelang, Selasa (1/6/2021). Kegiatan tersebut diadakan oleh Komunitas Oyot Desa Tuksongo. Sebagai ajang untuk semakin memopulerkan bonsai di Kabupaten Magelang. Serta mendongkrak wisata di kawasan Borobudur.

“Pameran dan kontes ini baru pertama kali diadakan oleh Komunitas Oyot. Peserta cukup antusias. Diikuti 286 peserta dari wilayah Kabupaten Magelang,” jelas Muhammad Naim, panitia kegiatan. Naim menuturkan, pameran dan kontes dilakukan sampai 3 Juni.

Kata dia, sebelum dipamerkan bonsai terlebih dahulu dilakukan penilaian oleh dewan juri. Terkait kualitasnya. Bonsai yang dipamerkan pun juga dijual untuk masyarakat umum yang datang. Harganya bervariatif. “Kalau untuk urusan harga yang menentukan dari pemilik bonsai,” jelasnya. Ia berharap tahun depan bisa kembali melakukan kontes dan pameran serupa.

Baca juga:  Kontes Foto Kebaya di Tengah Sawah

Iwan Widiyatmoko, salah satu peserta cukup puas dengan adanya kontes dan pameran bonsai. Baginya gairah bonsai di Kabupaten Magelang semakin menggeliat. Apalagi di musim pandemi ini. “Prospek bonsai di musim pandemi ini cukup menjanjikan. Bahkan penjualannya meningkat 50 persen,” jelasnya.

Ia berharap ke depan semakin banyak pameran bonsai. Iwan mengaku, sudah tiga kali mengikuti kontes dan pameran bonsai di Kabupaten Magelang. “Saya berharap pameran selanjutnya semakin banyak peserta dan semakin menarik,” tutur Iwan.

Sementara itu, Andritopo, dewan juri kontes dan pameran bonsai mengungkapkan, dalam kontes tersebut peserta diklasifikasikan dalam dua kelas. Yakni prospek dan lanjutan. Untuk kelas prospek penilaian dilakukan secara mendasar. Terkait gerak dasar pohon serta konsep dari peserta bonsai.

Baca juga:  Monitoring Kinerja Guru melalui Video Call

Lain lagi dengan kelas lanjutan, penilai dilakukan secara lebih detail. Mulai dari akar, batang, cabang sampai perantingan pada bonsai. “Di samping itu kami juga menilai proses pembentukan bonsainya,” jelas Andritopo. (man/lis)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya