alexametrics

Siswa Sanggar Tari Adu Kebolehan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz utarakan keinginan memfasilitasi para pegiat seni budaya lokal. Supaya eksistensi mereka terjaga. Program pelestarian budaya pun berjalan sesuai rencana.

Dokter Aziz berujar, kemajuan seni budaya sangat berpengaruh terhadap sektor pariwisata. Ia berencana kembangkan pertunjukan kesenian di luar ruangan. Utamanya di area publik.

“Penari bisa tampil di sepanjang Pecinan secara masal. Ini akan keren sekali,” tegasnya saat membuka ujian siswa Sanggar Tari Arum Sari, di Pendopo Pengabdian, Minggu, (30/5/2021).

Selain di sana, Taman Kyai Langgeng (TKL) bisa jadi alternatif lain. Dampak  yang muncul, pengunjung tempat wisata unggulan Kota Magelang itu bisa terdongkrak. “Kita harus memperbanyak atraksi wisata, supaya Kota Magelang nggak cuma dilewati orang saja,” imbuhnya.

Baca juga:  Kerja Sama Riset dan Data Untidar Gandeng GambaranBrand

Apakah dokter Aziz berencana gelar kompetisi cipta tari khas Kota Magelang? Menurutnya itu ide menarik. Ke depan akan digarap. “Setelah kita ketemu dengan semua komponen seni budaya, kita akan mengarah ke sana. Sehingga event, dan kompetisi seni budaya makin banyak,” ucapnya.

Pimpinan Sanggar Tari Arum Sari Sri Rumsari Listyorini menyebut, ujian siswa ini rutin diadakan tiap tiga bulan sekali. Diikuti siswa jurusan tari, modeling, dan modern dance. Jumlahnya 60-an lebih. “Setelah belajar tiga bulan, mereka ujian. Supaya tahu capaian perkembangan selama mengikuti les di sanggar,” imbuhnya.

Tempat ujian berganti-ganti. Tapi lebih sering di Artos Mall. Sejak pandemi, kegiatan sanggar terganggu. Para siswa biasanya mengikuti les selama satu jam tiap kali pertemuan. Sekarang hanya 30 menit, dengan penerapan protokol  kesehatan. “Kita kurangi durasi tatap muka, karena tiap sesi siswanya dibatasi. Jadi harus bergantian,” ungkapnya.

Baca juga:  Usulan Formasi CPNS Perkebunrayaan Dikabulkan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Agus Sujito mendorong sanggar-sanngar di Kota Magelang berkreasi, dan berimprovisasi. Pihaknya berjanji akan memberikan dampingan.

Acara ini dibuka dengan Tari Getuk, dan peragaan busana batik Magelangan. Perancang busananya adalah warga Kota Magelang. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya