alexametrics


Gerbang Bhineka Tunggal Ika Terangi Pecinan

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Bangunan gerbang menuju kawasan Pecinan, Jalan Pemuda Kota Magelang akhirnya dinamai Bhineka Tunggal Ika. Nama ini diklaim cocok. Bila melihat latar belakang pembangunannya. Juga fungsi gapura itu untuk mempersatukan umat beragama di seluruh Indonesia, khususnya di Magelang.

Gerbang Bhineka Tunggal Ika didirikan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang. Tepat di samping TITD Liong Hok Bio. Pembina PSMTI Kota Magelang Paul Chandra Wesi Aji mengaku lega keinginanya empat tahun lalu terwujud. Setelah sebelumnya permohonan itu terus menerus ditolak pemerintah setempat.

“Yang sekarang, kita perkenalan dengan Wali Kota Dokter Aziz, dan disetujui. Kita diminta langsung bergerak,” kata Chandra yang juga ketua Yayasan Tri Bhakti Itu.

Pemasangan gerbang dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang. Sebab PSMTI tidak mampu mendirikan sendiri gerbang setinggi 9 meter, dengan lebar 12 meter itu. Kerangka gerbang itu permanen. Didesain oleh Bambang Yunanto Hadi, anggota PSMTI. Tapi aksesoris dan ornamen yang ditempel, disesuaikan dengan hari besar keagamaan yang sedang berlangsung, peringatan hari nasional, atau Hari Jadi Kota Magelang.

“Sekarang temanya Lebaran, diikuti pemasangan lampion Timur Tengah. Nanti akan diganti lagi dengan tema Waisak, menonjolkan panca warna, setelah itu Hari Kemerdekaan, Natal, Imlek, Nyepi, begitu seterusnya,” bebernya.

Penasihat PSMTI Kota Magelang Slamet Santoso berharap, gapura itu jadi ikon baru Kota Magelang. Menarik wisatawan datang ke Magelang. Sekaligus penanda hidupnya kembali pereokonomian di Pecinan yang agak meredup. Ini upaya mengembalikan kejayaan perekonomian di Pecinan Magelang dan menjadi China Town Indonesia.

“Kalau nanti banyak pengunjung, biasanya toko-toko sudah pada tutup saat sore, besok-besok akan buka lebih lama sampai jam 21.00, karena laris,” ujar dia. (put/ton/ap)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer