alexametrics

Kisruh Musorkotlub KONI Magelang, 12 Cabor Tolak Hasil Penjaringan Caketum

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Menjelang Musorkotlub KONI Kota Magelang Minggu (10/5/2021), sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) menyatakan menolak calon tunggal. Yakni Pertina, Perpani, Perkemi, FPTI, Pelti, Percasi, PBSI, Perbakin, PBVSI, PSTSI, Persambi, PGSI.

Pengcab-pengcab tersebut berpandangan, tim penjaringan dan penyaringan atau tim sembilan bentukan rapat kerja (raker) KONI Kota Magelang yang digelar Senin (19/4/2021),  cacat hukum alias dianggap tidak sah.

Surono dari Pertina Kota Magelang mengatakan pada saat raker hadir seseorang yang seharusnya tidak memiliki hak dipilih dan memilih. Ini sesuai kriteria peserta yang diatur dalam AD/ART KONI dan Aturan Tata Tertib Rapat Kerja KONI yang telah disetujui bersama. “Entah secara kebetulan atau memang sengaja dimasukkan, peserta tersebut terpilih menjadi anggota Tim Sembilan,” ujarnya kemarin.

Kata dia, berdasarkan peraturan organisasi (PO) Nomor 4 Tahun 2018 tentang tata cara penjaringan dan penyaringan serta pemilihan calon ketua umum (Caketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pasal 3, tim penjaringan dan penyaringan diambil dari anggota KONI berjumlah sembilan orang. Meliputi unsur pengurus povinsi/kabupaten/kota, dan cabang olahraga. Unsur pengurus olahraga fungsional yang dipimpin oleh seorang ketua tim, dibantu seorang sekretaris dan seorang wakil ketua serta 6 anggota.

“Namun dalam pemilihan kemarin ada satu anggota tim sembilan yang bukan pengurus salah satu cabor di Kota Magelang,” jelas Master Suro sapaan akrabnya Senin (3/5/2021).

Menurutnya tim sembilan melakukan kegiatan yang tidak sesuai hasil raker yang disepakati bersama. Yakni dengan kebijakan bahwa pengcab diharuskan mengulang membuat surat dukungan kepada bakal calon ketua umum KONI yang mengakibatkan mundurnya 3 anggota tim sembilan. Suro menjelaskan hal ini melanggar AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) KONI yang menyebutkan bahwa surat dukungan tidak dapat dicabut atau dibatalkan. Kebijakan ini menyebabkan munculnya pengcab yang mendukung dua bakal calon. Sebagai contoh tiga pengcab yang memberikan dukungan ganda, yakni balap sepeda, tarung derajat dan taekwondo.

Ujar dia, pengcab tersebut seharusnya didiskualifikasi sebagai pengcab pendukung dikarenakan melanggar AD/ART dan PO KONI yang menyebutkan bahwa pengcab hanya diperbolehkan mendukung satu bakal calon ketua umum. “Namun oleh tim sembilan tetap disahkan sebagai pengcab pendukung pasangan satunya,” terang Suro.

Menurut Bahruddin dari Perpani, pengcab yang menolak adalah pendukung salah satu calon Ketua Umum KONI Kota Magelang Kholid Abidin yang oleh tim sembilan dinyatakan tidak lolos verifikasi.  (rfk/lis)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer