alexametrics

Panen Sayur Puluhan Kilogram di Lahan Sempit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Panen sayuran di  lahan seluas 200 meter persegi milik kelompok wanita tani (KWT) Sari Makmur, di Kelurahan Kedungsari menandai program Magelang Cantik (Cinta Organik). Sayuran tumbuh subur meski sempat diserang hama lintah.

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Eri Widyo Saptoko mengatakan hama lintah mampu teratasi di fase pertumbuhan tanaman.

Dengan perhatian ekstra, mampu menghasilan tanaman sayuran organik berukuran jumbo. Terutama kangkung dan sawi sendok. Besarnya dua sampai tiga kali lipat dari ukuran normal. Selain dua jenis itu, anggota KWT juga memanen sawi caisim, sawi pagoda, selada merah, dan selada hijau.  “Total sayuran yang dipanen mencapai 50 kilogram,” ucapnya.

Baca juga:  Try Out USBN Berbasis Online Tidak Ribet

Penamanan sayuran organik ini,  kata dia, merupakan program 100 hari Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz. Tapi akan terus menjadi program berkelanjutan. Lantaran ingin menguatkan penerapan pertanian perkotaan terpadu atau integrated urban farming.  Demi menjaga ketahanan pangan lokal.

“Ini juga bukti, sektor pertanian dan pangan masih eksis di tengah realita semakin derasnya konversi lahan perhatian menjadi lahan nonpertanian,” ujarnya.

Hasil panen ini diharapkan memotivasi KWT lainnya. Bahwa pertanian di lahan pekarangan bisa dilakukan. Ini penting juga untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi sayuran keluarga. “Hasil panen juga bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga kelompok,” ungkapnya.

Lurah Kedungsari Nurlamiah mendukung upaya Disperpa. Pionir Kampung Organik ini juga mengimbau masyarakat berperan aktif memperkuat ketahanan pangan. Pengurus KWT Sari Makmur Irma mengaku tertantang untuk menanam sayuran jenis lainnya. (put/lis)

Baca juga:  Dukun Pengganda Uang Magelang Peragakan 47 Adegan saat Bunuh Empat Korbannya

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya