alexametrics

Rajin Pameran, Karyanya Banyak Raih Penghargaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Grace Tjondronimpuno pelukis yang produktif. Rajin berpameran dan karyanya banyak meraih penghargaan. Total berkarya mengukuhkan dirinya sebagai seniman yang disegani.

Wartawan koran ini menemui Grace di rumah adiknya di Jalan Pajajaran, Kemirirejo, Magelang Tengah. Lulusan Institut Seni Indonesia Jogjakarta jurusan Desain Interior ini mengaku suka menggambar sejak SD. Dulu ketika menemani orang tuanya berjualan di kawasan Pecinan, selalu menyempatkan waktu menggambar.

“Saat ikut menjaga toko, pasti saya mengambil kertas dan langsung menggambar mobil-mobil yang parkir di jalan Pecinan,” cerita perempuan kelahiran Magelang, 14 Agustus 1971 ini.

Ungkap Grace, darah seni mengalir dari orang tuanya. Sang ibu suka menggambar desain baju. Sedangkan ayahnya suka melukis desain pamflet toko.

Baca juga:  AKP Jati Siap Berinovasi

Selama melukis ia tidak pernah mengejar prestasi maupun uang. Tujuan melukis hanya ingin total berkarya. “Bersyukur, tahun 1996 karya saya mendapatkan juara The Best 10 Cartoon Work from National Caricature Record, Polytechnic Diponegoro University, Semarang ,” jelasnya.

Hal ini menjadi awal karir seni Grace Tjondronimpuno melejit. Berbagai penghargaan diraih. Tahun 2004 meraih The Fourth Prize of Origami Cartoon A-Mild, Denpasar. Pada 2006-2007 Winner of Asian Artists Fellowship the 14th Annual Freeman  Foundation Vermont Studio Center Award 2006, USA, dan 2007 Winner of Body Painting Competition Hard Rock di Hotel, Bali, Indonesia.

Selain itu, ia juga rajin mengikuti pameran tingkat nasional hingga internasional. Seperti pameran di Singapura tahun 2017, 3 Nations of Imago Mundi Exhibition, Singapore. Kemudian di tahun 2019 mengikuti pameran di Belt and Road Exhibition, Anhui Lin Sanzhi Painting dan di Calligraphy Institute, Hexian County, China. Terakhir di 2020, ia pameran Virtual Art Exhibition Meadows Mask Art Creativity Under Lockdown Artist Against Covid 19 Under The Patronage of Unesco Beirut Office.

“Sebenarnya kalau pameran dari tahun 2007 terus aktif,” ucapnya sembari menunjukkan dokumentasi saat mengikuti pameran tunggal di Vermont Studio Center, USA.

Baca juga:  Satukan Tekad Sukseskan Rodanya Mas Bagia

Grace menjelaskan saat ini banyak perempuan berprestasi. Baik di dunia seni, maupun bidang lainnya. Berbeda dengan zamannya dulu. Kala itu pelukis wanita sedikit, didominasi pria. Perlu perjuangan keras untuk bersaing dengan pelukis pria.

“Makanya saya selalu mengasah diri. Terus mengeluarkan karya yang terbaik,” ucap perempuan yang juga ahli dalam seni patung dan kartun ini.

Ia berpesan untuk generasi muda agar tetap semangat. Lakukan yang terbaik. Hal yang paling disukai dan menjadi passion. Grace berpesan kepada orang tua agar selalu mengarahkan. Memberikan nasihat kepada anak. Jangan membatasi anak untuk berkembang. Kunci anak bisa berkembang ada pada keluarga. (rfk/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya