alexametrics

Bantu Pulihkan Ekonomi, Kucurkan Kredit Lunak

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Perbankan di Kota Magelang didorong berkontribusi dalam membantu pemulihan ekonomi. Juga mendukung Pemkot Magelang mencetak 1.500 wirausaha baru dalam setahun, dan membantu UMKM lebih berkembang.

Hal ini disambut  Perumda BPR Bank Magelang. Pihaknya punya produk baru Kredit Mikro-Pertiwi (Perempuan Aktif Wirausaha). “Kredit ini baru mulai kami pasarkan,” kata Dirut Perumda BPR Bank Magelang Hery Nurjianto, kemarin.

Produk lending ini diperuntukan bagi perempuan, dan ibu rumah tangga yang memiliki usaha sampingan. Guna meningkatkan ekonomi keluarga. “Bisa untuk menambah modal usaha bisnis online, maupun mempersiapkan usaha aneka kue Lebaran,” imbuhnya. Plafonnya  menarik. Sampai Rp 5 juta.

Jika masyarakat membutuhkan pinjaman yang lebih banyak, dapat mengakses Kredit Pro-Master. Dengan plafon sampai Rp 25 juta. Sementara itu, Kabid UMKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Irwanto akui, perbankan punya peran besar dalam membantu sisi permodalan UMKM. Produk kredit dengan bunga lunak, harus dimanfaatkan UMKM dalam mengatasi finansial. “UMKM bisa mengakses seperti Kredit Pro-Master dan kredit usaha rakyat (KUR), karena bunganya murah,” ujarnya.

Di lain sisi, pihaknya juga mengusulkan UMKM mendapat Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021. Walaupun tahun lalu, ia telah mengusulkan seluruh UMKM yang terdata di Disperindag. Jumlahnya 8.663 UMKM yang bergerak di perdagangan, jasa, dan industri. “Sekarang sudah masuk 60-an proposal,” kata dia.

Dirinya tidak tahu persis berapa UMKM yang lolos dalam pengusulan tahun 2020. Karena begitu dana BPUM Rp 2,4 diterima, pelaku usaha tidak melapor. Pun dengan pihak perbankan yang menyalurkan. “Tapi kalau tahun ini  besarnya separo. Hanya Rp 1,2 juta,” tuturnya.

Melihat banyak peluang bisnis menjelang Lebaran, ia minta UMKM bisa berinovasi. Melihat perkembangan pasar. “Tingkat daya beli masyarakat harus disikapi. Sekarang penjualan secara offline sepi, maka harus beralih ke pemasaran online,” ujarnya.

Jika pelaku UMKM tidak pandai melihat situasi, bukan tidak mungkin bantuan permodalan menjadi tidak berarti. Paling penting ia berpesan, UMKM harus pandai mengelola keuangan. (put/lis)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer