alexametrics

Bersinergi Tekan Kematian Bayi dan Gizi Buruk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluraga Berencana (DP4KB) Kota Magelang memastikan fasilitasi program posyandu dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berjalan maksimal. Kedua program tersebut saling berkaitan. Sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat.

“Program posyandu dan PKK saling bersinergi. Karena dalam pengelolaan posyandu juga dibantu kader,” ujar Yulis Hindarwati, kasi Pemberdayaan Lingkungan DP4KB. Pihaknya rutin mengadakan posyandu setiap sebulan sekali. Untuk menekan angka kematian bayi, gizi buruk maupun stunting. Di musim pandemi posyandu tetap dilakukan secara door to door untuk menghindari kerumunan.

“Data terakhir tahun 2019 dari 5325 bayi di Kota Magelang yang mengalami gizi buruk sebanyak 4,93 persen, stunting 6,61 persen. Sedangkan untuk kasus kematian bayi 16 jiwa,” tuturnya. Menurut Yulis, angka tersebut termasuk rendah dibandingkan kota dan kabupaten lain.  Di tahun 2021 pihaknya berusaha untuk lebih menekan angka tersebut.

Baca juga:  Wisata Kota Magelang Siap-Siap Buka Lagi

Di samping itu dalam setiap kegiatan PKK selalu memunculkan sesuatu yang baru. Seperti edukasi terkait perempuan serta program lainnya. Agar tetap ada subtansi yang dibahas.  “Lewat kegiatan berkumpul seperti itu lah anggota PKK menjadi semakin solid dalam organisasi” terangnya.

Berkat kesolidannya, mereka sering memenangi lomba. Seperti juara 1 pelaksana posyandu tingkat provinsi 2017.  Kemudian juara
2 lomba kesatuan gerak PKK KB tingkat nasional.  serta beberapa lomba lainnya. “Kami sering mendapat juara di ajang lomba PKK maupun posyandu, baik dintingkat provinsi maupu nasional,” pungkas Yulis. (man/lis)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya