alexametrics

Tangis Guru PAUD Heroik Asal Nias Pecah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Suliswati Gea, guru pendidikan anak usia dini (PAUD) asal Nias Utara, Sumatera Utara, bercucuran air mata. Menceritakan perjuangannya mengarungi sungai untuk menyelamatkan masa emas pertumbuhan anak di pedalaman Indonesia.

Gea—panggilannya—adalah peraih penghargaan kategori guru PAUD heroik di daerah 3T. Sebutan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia. Ia menerima uang tunai Rp 5 juta, dan hadiah sepeda motor dari Askrindo PAUD Institute Award, milik PT Askrindo (Persero) yang bergerak di bidang asuransi. Penganugerahan ini berlangsung di command center  Pusaka Gemilang, Pemkab Magelang Sabtu, (3/4/2021). Dihadiri secara virtual oleh Bunda PAUD dari beberapa daerah, serta Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD Kemendikbud Santi Ambarukmi.

Baca juga:  Pemkot Magelang Anggarkan Rp 14 M untuk 28 Ribu Jiwa

“Anak-anak di sini sangat terbelakang. Mereka tinggal di desa, nggak kenal apa-apa,” tutur Gea sambil menangis. Terlihat beberapa tamu undangan di command center turut meneteskan air mata, kala Gea curhat menempuh medan yang tak mudah sepanjang hari, dan bertahun-tahun.

Sudah sepuluh tahun lamanya ia berjuang. Baru kali ini merasakan hadiah yang begitu besar. “Mengajar di sini banyak tantangan, fasilitasnya tidak memadai, tapi saya tetap semangat, ikhlas,” ujarnya.

Guru heroik tidak hanya dianugerahkan untuk Gea. Ada pula Syafrudin asal Nunukan, Sumatera Utara sebagai pemenang kedua yang mengajar di dalam hutan. Sedangkan ketiga, diraih Irene C Pariama, dari Seram Bagian Barat, Kalimantan Utara menerjang medan berlumpur.

Baca juga:  Tiga Hari Dua Malam Hanya Rp 900 Ribu

Direktur Kepatuhan dan SDM PT Askrindo  Kun Wahyu Wardana mengatakan hadiah-hadiah itu sebetulnya belum cukup mengganti perjuangan guru PAUD di pedalaman. Terdapat tujuh kategori dalam penghargaan ini. Selain guru PAUD Heroik 3T, enam lainnya, yakni guru inovatif, guru kreatif, guru pencipta lagu. Guru mendongeng,  paduan suara guru PAUD, dan lomba pengelola PAUD inovatif. Masing-masing kategori, juara satu mendapat Rp 5 juta, dua Rp  3 juta, dan ketiga Rp 2 juta. Namun hanya juara pertama kategori guru heroik yang mendapat tambahan kendaraan roda dua.

Ketua Panitia Askrindo PAUD Institute Awards Danang Sasongko mengatakan, penghargaan ini ikuti 760 guru PAUD dari seluruh Indonesia. Bunda PAUD Kabupaten Magelang Christanti Zaenal Arifin pun menerima penghargaan sebagai Bunda PAUD Inovatif. Ia memuji, kategori-kategori dalam penghargaan ini sudah mewakili kreativitas dan inovasi para pendidik. (put/lis)

Baca juga:  Perkawinan Tak Tercatat Rugikan Perempuan

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya