alexametrics

Wuih! Setiap RT di Magelang Bakal Digelontor Rp 30 Juta

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang tak ingin gegabah mengubah banyak hal di awal kepemimpinannya. Termasuk soal mengganti branding Kota Sejuta Bunga (KSB). Yang pasti ia akan mewujudkan janji menyediakan Rp 30 juta untuk setiap rukun tetangga (RT).

“Sementara itu kita pertahankan dulu, sambil dikaji, apakah branding itu perlu diubah atau tidak. Saya nggak serta merta mengubah semua,” ujarnya, kemarin.

Karena menurutnya, masih ada pekerjaan yang lebih prioritas. Yaitu, menurunkan angka kemiskinan. Saat ini, diakui banyak warga yang masih kesulitan mentas dari masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19. “Minimal kita cegah, jangan sampai angka kemiskinan itu bertambah,” ujarnya.

Ia punya solusi. Pertama adalah menguatkan karakter warga, agar berdaya saing. Kemudian didukung program-program bantuan yang akan digulirkannya. Seperti program andalan pada janji kampanye dulu, Rp 30 juta untuk tiap rukun tetangga (RT). Target dia, September atau Oktober mendatang sudah terealisasi. “Yang penting, kemandirian warga harus diperkuat dulu,” tegasnya.

Bantuan puluhan juta per tahun itu memang fantastis. Tapi ia tidak akan memberikan dalam bentuk uang segar. Melainkan dalam bentuk program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Jadi bantuan itu tidak diberikan secara cash (tunai),” jelasnya.

Dirinya tidak mau, program baik itu malah menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Dan mulai saat ini, tiap RT diminta membuat program-program. Yang nantinya akan dia tindaklanjuti. Pemerintah juga turut mengawal program usulan RT.

“Saya akan turun ke masyarakat untuk mengkomunikasikannya, dan teman-teman di birokrat tugasnya merumuskan, supaya (program) bisa berjalan,” imbuhnya.

Dari seorang dokter, kemudian menjadi wali kota, ia siap menerima apapun respon warga terhadap semua kebijakannya. Termasuk ungakapan kekecawaan warga misalnya. Karena ia paham, seluruh kebijakannya tidak bisa menyenangkan semua orang.

“Wali kota harus dowo ususe (dalam istilah Jawa artinya sabar). Nggak boleh baper (bawa perasaan). Siap untuk disalahkan. (Cacian) Malah ngurangi doso (mengurangi dosa), hehehe,” jelasnya. (put/ton)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...