alexametrics

Mesin Ketik dan Afdruk Foto Tidak Terlupakan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang dan Kabupaten Magelang ziarah ke makam mantan Menteri Penerangan RI (1968-1973) Boediardjo. Berlokasi di Dusun Tingal, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Ziarah ini merupakan agenda wajib dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN), tiap 9 Februari. Boediardjo juga dikenal sebagai tokoh pers. Tahun 1972 menjabat ketua Dewan Pers.

“Kita ingin, para wartawan, khususnya yang muda dan bertugas di Magelang Raya (kota dan kabupaten, Red) tidak melupakan sejarah yang ada,” kata Ketua PWI Kabupaten Magelang Yohanes Bagyo Harsono, Selasa (9/2/2021).

Bagi wartawan, sosok Boediardjo menginspirasi. Tokoh pers lainnya yang juga jadi panutan adalah Bambang Haryono. Mantan wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Jogjakarta. Jasadnya diistirahatkan di Pemakaman Umum Nglarangan, Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Juni 2011. Kegiatan ini juga diikuti putri almarhum, Ika, yang mengajak serta suami dan anaknya.

Baca juga:  Door to Door Percepat Vaksinasi Booster

Wartawan senior Magelang Muh Thoha mengupas kisah Bambang Haryono semasa hidup. “Beliau itu pernah meliput kegiatan Akademi Militer (Akmil) pukul 04.00 pagi, dan tidak pernah mengeluh,” ujar Thoha.

Itulah yang harus diteladani wartawan zaman sekarang. Meskipun diakui kondisi saat ini jauh berbeda dengan dahulu. Jurnalis sangat dimudahkan dengan berbagai fasilitas, dan pemberitaan serba digital.

“Kalau dulu, mengetik saja masih pakai mesin ketik manual. Foto-fotonya juga pakai kamera manual dan pocket. Sebelum naik cetak, filmnya harus diafdruk dulu,” kenangnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Magelang Wiwid Arief Setyoko menyebut agenda HPN lainnya. Yakni bakti sosial di Pondok Pesantren Selamat, Kota Magelang. (put/lis)

Baca juga:  Sssttt....Ternyata, Raja-Ratu Sejagad Pernah Ngruwat di Gunung Tidar Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya