alexametrics

554 Pemohon Santunan Kematian Diverifikasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Survei lapangan guna mendukung verifikasi permohonan santunan kematian warga Kota Magelang terpaksa dihentikan sementara. Sejak Covid-19 merebak, kegiatan ini diganti dengan metode wawancara kepada ahli waris.

“Pemohon kami minta datang ke kantor untuk wawancara dan menyerahkan foto kondisi rumah,” ujar Kasubbag Kesejahteraan Sosial Kota Magelang Fendy Kesuma Negara Kamis (19/11/2020).

Meski berbeda, kata dia, tidak menyulitkan proses pemeriksaan kebenaran laporan. Semua syarat yang terpenuhi, ia sandingkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Proses ini kita lakukan, agar santunan kematian diberikan kepada keluarga yang tepat sasaran, karena kami ingin membantu meringankan beban ahli waris dari risiko sosial,” tuturnya.

Baca juga:  Lahan Bertambah 13 Hektare, Normalisasi Sungai Beringin Butuh Rp 100 M

Ahli waris dari keluarga prasejahtera akan mendapat santunan kematian Rp 1.250.000. Pada 2019, besaran santunan kematian Rp 1.000.000. Perubahan ini salah satunya dipengaruhi oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat Sampai sekarang sudah 554 permohonan yang masuk ke meja bidang Kesra. Sebagaian besar sudah cair, sisanya sudah melalui tahapan verifikasi administrasi. “Ada satu yang dilaporkan meninggal karena Covid-19 dari keluarga kurang mampu,” ucapnya.

Bagian Administrasi Pelayanan Santunan Kematian Rudi Pangarso menambahkan, tidak semua pengajuan disetujui. Syarat mutlak baik orang yang meninggal dan ahli warisnya tercatat sebagai warga Kota Gethuk. “Domisili dan ber-KTP Kota Magelang. Kemudian warga kurang mampu,” tandasnya. (put/ton/bas)

Baca juga:  Sempat Minta Tolong Lewat Speaker Musala

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya