alexametrics

Warga Sekitar TPSA Banyuurip Diganggu Serbuan Lalat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Rumah warga di sekitar  Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Banyuurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang diserbu ribuan lalat. Warga juga mengeluhkan bau menyengat dalam sepekan ini.

Seorang warga, Nico Octavianto, merasa kesulitan mengusir binatang bersayap itu. Obat pembasmi seranggapun gagal ia coba. Sebab lalat datang tiap waktu. Pagi, siang, dan sore hari. Jumlahnya sangat banyak. Ia hanya bisa memasang lem lalat. “Cara ini paling ampuh menjebak lalat-lalat itu,” kata Nico, kemarin.

Ia harap, pengelola TPSA melakukan langkah cepat. Agar kondisi seperti ini tidak terlalu lama dialami warga. “Kasihan warga sekitar yang terdampak langsung,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang Otros Trianto tidak mengelak atas kondisi tersebut. Bau dan serbuan lalat memang nyata ada. “Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini, kami siapkan bahan-bahan untuk mengurangi bau dan lalat. Kami tidak membiarkan begitu saja,” aku Otros di kantornya.

Baca juga:  Lepas Mahasiswa, Pesan Delapan Kritik

Koran ini menyambangi kantor UPT TPSA Banyuurip. Kasubbag Tata Usaha (TU) Primada Trilaksana telah berupaya menyemprotkan cairan pembunuh telur lalat. Supaya perkembangbiakannya bisa dikendalikan. Penyemprotan inipun dilakukan lebih intensif, agar dalam dua hari ke depan jumlahnya berkurang. “Penyemprotan ini sebenarnya rutin dilakukan, tapi karena kejadian ini, mungkin dosis cairan penyemprotan akan kami tambah,” ujarnya.

Masih menurut Prima, TPSA Banyuurip setiap harinya menerima kiriman sampah sekitar 80 ton per hari. Sebelum pandemi Covid-19 jumlahnya lebih tinggi. Antara 85-93 ton per hari. “Sampah tidak hanya dari kota, tapi juga dari warga kabupaten di sekitar sini,” ucapnya. (put/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya