alexametrics

Boleh Berkostum Unik di TPS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang tidak membatasi kreativitas petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Mereka dibolehkan mendekorasi tempat pemungutan suara (TPS) dan berpakaian unik. Asal memenuhi ketentuan prosedur protokol kesehatan Covid-19.

“Meski kostumnya unik, wajib pakai masker,” kata Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron kemarin.

Pengalaman pemilu sebelumnya, petugas berpakaian unik guna menarik simpati warga menggunakan hak pilih. Dekorasi TPS juga bisa berpengaruh pada minat masyarakat mencoblos.

Toh, ia minta agar protokol kesehatan tetap ditaati. Petugas TPS juga tidak boleh kendor melaksanakannya. Bila ada pemilih bersuhu lebih dari 37,7 derajat celcius, kata dia, harus tegas angsung diarahkan mencoblos di bilik khusus. “Sebelum menggunakan hak pilih, pemilih diminta cuci tangan pakai sabun, kemudian dicek suhunya. Setelah itu diberi sarung tangan plastik untuk mencoblos,” bebernya.

Baca juga:  KPU Gandeng Perguruan Tinggi, Genjot Kualitas Pemilu

Sarung tangan medis itu tidak boleh dibawa pulang. Langsung dibuang di tempat khusus yang tersedia di TPS. “Sarung tangan masuk dalam limbah medis, pemusnahannya dengan prosedur khusus,” ucapnya.

Lalu, jari pemilih akan ditandai menggunakan tinta. Menandakan sudah berpartisipasi dalam Pemilihan Wali Kota dan Wali Kota Magelang tahun 2020. “Kalau dulu jarinya dicelupkan, sekarang ditetes tinta oleh petugas. Hal ini untuk pencegahan penyebaram Covid-19,” jelasnya.

Ukuran TPS juga harus longgar, berukuran 8×10 meter. Diupayakan memiliki sirkulasi udara yang baik. “Orang-orang yang di dalam ruangan juga dibatasi. Kalau dulu pemilih dan penunggu maksimal 25 orang, sekarang hanya 12 orang,” ucapnya. (put/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya