alexametrics

Panelis dan Pendukung Tak Hadir dalam Debat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang  – Debat publik putaran pertama pasangan calon (paslon) peserta pemilihan Wali Kota Magelang dan Wakil Wali Kota Magelang tahun 2020 tidak menghadirkan panelis. Profil tim perumus pertanyaan terdiri dari dua akademisi dan satu profesional hanya ditampilkan melalui layar proyektor. Ketentuan ini baru. Adanya pembatasan orang sesuai prosedur protokol kesehatan.

“Semua pertanyaan untuk paslon akan dibacakan oleh moderator,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang Basmar Perianto Amron, dalam media gathering KPU bersama media di Hotel Safira kemarin.

Ia menyebutkan Rektor Universitas Tidar (Untidar) dan Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) terlibat dalam penyusunan materi. Dibantu Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Soerojo Magelang. Seluruh pertanyaan yang sudah dirancang itu akan dipakai untuk debat publik, 22 Oktober 2020 di Hotel Atria Magelang mengangkat tema “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dalam Tatanan Normal Baru”.

Baca juga:  Perayaan Natal Gereja Santo Ignatius Mencerminkan Keharmonisan Antarumat Beragama

“Pertanyaannya seputar peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum, strategi pembangunan, juga kebijakan dan strategi penanganan Covid-19,” jelasnya.

Skema debat diatur sebanyak tiga kali penyelenggaraan. Rencananya dua dilaksanakan di dalam kota, satu kali di luar kota. Basmar menyiarkan prosesi debat melalui stasiun televisi lokal, dan streaming media sosial KPU Kota Magelang.

Ia juga membatasi kapasitas orang di dalam ruang debat. Hanya membolehkan dua calon wali kota dan dua calon wakil wali kota, empat tim kampanye, dua orang dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), enam tenaga KPU Kota Magelang, dan satu moderator. “Pendukung paslon juga tidak diperbolehkan masuk,” ujarnya.

Selama debat, paslon wajib memakai masker dan pelindung wajah. Masker hanya boleh dibuka ketika menyampaikan pendapat. “Mikrofon kami siapkan empat, tidak bergantian,” tuturnya. (put/ton/bas)

Baca juga:  SMKN 7 Semarang Buka Program “Pernikahan” Vokasi dan Industri

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya