Firman Akui Bunuh Kekasihnya

264
Firman Listyo Budi mengakui membunuh kekasihnya TU, lantaran kesal uang sebesar Rp 3,5 juta miliknya yang dipinjam korban tidak segera dilunasi. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Magelang  – Pelarian Firman Listyo Budi harus berakhir. Pemuda 23 tahun itu kini berstatus tersangka pembunuh perempuan yang ditemukan tewas membusuk di perkebunan tebu, Dusun Semampir, Desa Pasuruhan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada 14 September 2020.

Korban merupakan ibu rumah tangga berinisial TU, 29, yang tercatat sebagai warga Jamblangan, Srumbung, Kabupaten Magelang. Korban sehari-hari berjualan produk kecantikan dan kesehatan. TU adalah kekasih Firman.

Kapolres Magelang Kota AKBP Ronald A Purba menyebut tersangka dibekuk petugas Selasa (15/9/2020) sekitar pukul 06.30 WIB. Dari tangan tersangka, disita barang-barang bukti yang berkaitan dengan pembunuhan itu. Seperti ponsel milik korban, perhiasan dan uang. “Hasil keterangan tersangka, benar telah melakukan pembunuhan terhadap korban,” tuturnya dalam gelar perkara kemarin.

Ia menyebut, kejadian ini bermula saat korban mengunjungi rumah tersangka pada 3 September lalu. Tersangka menanyakan terkait utang uang Rp 3,5 juta kepada korban. Namun tersangka tidak mendapat jawaban seperti yang diharapkan. “Sabar mas, rasah crewet aku lagi golek (sabar mas, nggak usah ribut aku lagi cari),” ucap Ronald menirukan pengakuan tersangka.

Karena emosi, lalu korban ditindih. Belum puas, tersangka mencekik leher korban dengan tangan kanannya selama 30 menit. Sedangkan tangan kirinya membekap mulut korban. Tidak lama, korban lemas dan dipastikan sudah meninggal, saat itulah tersangka melepas cekikannya. “Selanjutnya korban di pindah dengan cara dibopong, namun karena nggak kuat, sempat terjatuh di belakang rumah. Kemudian kaki korban diseret ke arah kebun tebu,” jelasnya.

Menurutnya, tempat kejadian perkara (TKP) hanya berjarak 20 meter dari rumah tersangka di Dusun Semampir, Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan. Modus operandi pembunuhan ini didasari jengkel, karena korban tidak segera melunasi utang. “Tersangka dijerat pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman penjara 15 tahun,” tandasnya. (put/ton/bas)