Objek Wisata Adaptasi Kebiasaan Baru

292
Para pengola objek wisata di Kota Magelang mengikuti pelatihan tata kelola destinasi pariwisata dari Disporapar. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang ajak warga mengikuti pelatihan tata kelola destinasi pariwisata. Sebab Pemkot Magelang ingin mencapai target pengembangan kawasan strategis pembangunan pariwisata daerah.

Kasi Pengembangan Destinasi Sarana Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Pariwisata Disporapar Kota Magelang Umi Indri Wulansari mengundang sekitar 40 pengelola objek wisata. Mereka diberi arahan mengelola wisata disesuaikan dengan adaptasi kebiasan baru di tengah pandemi Covid-19.

“Karena itu, kami hadirkan narasumber dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Tengah, serta Pengelola Destinasi Wisata Kandri dan Objek Wisata Goa Kreo Semarang untuk membahas perihal ini,” ujarnya di Atria Hotel Magelang, kemarin.

Asisten Administrasi Sekda Kota Magelang Taufiq Nurbakin menyebut bahwa protokol kesehatan harus dilaksakan, demi mempertahankan kelangsungan sektor pariwisata. Daya tarik wisata (DTW) yang dinilai memenuhi syarat protokol kesehatan Kemenkes RI dan ada penanggungjawabnya yang boleh beroperasi.

Sejauh ini, destinasi wisata yang memenuhi syarat itu antara lain Taman Kyai Langgeng, Kebun Raya Gunung Tidar, dan Museum Sudirman. “Ada konsep atau pedoman adaptasi kebiasan baru kepariwisataan DTW yang harus selalu diperhatikan oleh pengelola,” tandasnya.

Meliputi, pengelola wajib memiliki rekomendari dari kepada daerah dan gugus tugas Covid-19 pemda setempat. Lalu merumuskan pengurangan jam operasional, membatasi jumlah pengunjung, bekerja sama dengan aparat keamanan dan sterilisasi DTW. Tidak luput fasilitas cuci tangan, pengecekan suhu, mobil ambulans dan terdapat tenaga medis khusus yang selalu siaga. (put/lis/bas)