alexametrics

Jembatan Gantung Ngembik Sudah Tak Layak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Jembatan gantung penghubung wilayah Ngembik, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang dengan Desa Rejosari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang mulai rawan dipergunakan. Pasalnya, kondisi sling baja dan papan bawah jembatan tidak layak dilalui.

Padahal, sebelumnya Kementerian PU PR berjanji akan segera membangun jembatan gantung tersebut. Bahkan Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono telah mendatangi lokasi jembatan tersebut. Warga sekitar dan pengguna jalan pun berharap rencana perbaikan atau pembangunan jembatan gantung Ngembik-Bandongan segera direalisasikan.

Salah satu warga Ngembik, Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Yati, 39, mengaku hingga saat ini belum terlihat progres pengerjaan serta pembangunan jembatan tersebut. “Belum ada kejelasan terkait pembangunan, hanya survei-survei saja yang dilakukan oleh pegawai-pegawai,” katanya.

Baca juga:  Asam, Asin, Pedas dari Inovasi Sambal Madura

Yati menuturkan, jembatan gantung yang memiliki panjang 100 meter dengan lebar 2 meter ini saat ini kondisinya terlihat kurang kokoh. Pasalnya jembatan gantung tersebut hanya beralaskan potongan bambu dan papan, dengan kawat seling baja yang berkarat. Membuat kondisi jembatan ketika dilewati goyang dan juga berbunyi sedikit mengerikan.

“Akses menuju jembatan gantung Ngembik-Bandongan sedikit terjal, berkerikil dan berpasir. Jalanan yang berliku, sehingga warga mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan dan lebih hati-hati lagi dalam melintasi jalan menuju jembatan gantung Ngembik-Bandongan,” imbuhnya.

Salah satu pengguna jalan asal Desa Rejosari, Bandongan, Kabupaten Magelang, Muslimah, 50, mengaku  kurang nyaman dan waswas ketika melewati jembatan gantung tersebut.

“Ya sebenarnya takut, cuma saya paksa saja soalnya sudah terbiasa juga lewat. Saya biasanya lewat mau ke ladang lalu mau pulang ke rumah. Harapan untuk semoga diperbaiki lagi agar lebih aman dan nyaman lagi saja,” ucapnya.

Baca juga:  Persembahkan Menari di Atas Pendemi

Pengguna jalan lainnya, Dewi, 21, Desa Rejosari, Bandongan mengaku selalu waswas ketika melintas di jembatan tersebut. Bahkan dirinya seringkali mengalah ketika ada sepeda motor yang melintas dari lawan arah. Kepada pemerintah, Dewi meminta untuk segera ditindak lanjuti guna memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat sebagai pengguna jembatan tersebut. (mg1/had/lis/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya