Sebulan Tak Ada Kasus Baru di Magelang

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Madjid Romawanto (kiri) mengabarkan bahwa Kota Magelang berstatus zona hijau dari Covid-19. (Puput Puspitasari/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang mengumumkan semua pasien positif Covid-19 di Kota Magelang dinyatakan sembuh. Terhitung sejak 13 Juni 2020 tidak ada penambahan kasus.

Secara komulatif temuan kasus pasien terinfeksi Covid-19 sebanyak 33 orang. Dari jumlah ini hanya 4 kasus yang penularannya terjadi di Kota Magelang. Sisanya memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Magelang sebanyak 66 orang. Tinggal satu PDP menunggu sembuh dan masih menjalani perawatan di RSUD Tidar Magelang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Madjid Rohmawanto menjelaskan pasien positif Covid-19 yang terakhir sembuh pernah menjalani perawatan di rumah sakit sekitar satu bulan di RSUD Budi Rahayu. Namun swab test belum menggembirakan. Hasilnya masih positif. pasien yang tinggal di Kelurahan Magelang Utara itu akhirnya memilih untuk karantina mandiri di rumah, dengan pemantauan petugas Covid-19.

“Rabu (7/7/2020) kemarin, hasil dua kali swab menunjukkan negatif,” katanya saat menggelar jumpa pers di ruang rapat lantai 2 Setda Kota Magelang Jumat (10/7/2020).

Madjid berpesan kepada masyarakat agar tidak terlena dengan tren penurunan kasus Covid-19. Sebab, risiko penularan masih tinggi. Melihat Kota Magelang dikelilingi daerah-daerah zona merah maupun kuning. “Kita tetap harus hati-hati, kalau kita lengah bisa saja kondisi itu berubah lagi,” ujarnya.

Ia juga meluruskan adanya perbedaan data pasien Covid-19 di Kota Magelang dengan data pusat yang mencatat adanya 53 temuan kasus positif Covid-19. Data itu ditampilkan pada aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC). Pria yang juga juru bicara Covid-19 di Kota Magelang ini pun berkomunikasi dengan pusat.

Menurutnya ini terjadi karena kelemahan data. Misalnya, RSUD Tidar disebut tiga kali, RST dr Soedjono disebut enam kali, RSJ Prof dr Soerojo disebut tiga kali dan Rumah Sakit Budi Rahayu disebut tiga kali dengan penyebutan yang berbeda-beda. Yang tidak memiliki KTP Kota Magelang juga masuk data Kota Magelang. Sehingga pasien positif Covid-19 jadi banyak. “Makanya kita komunikasi ke PoC (person of contact) yang mengolah data. Kita berikan 33 data pasien by name by address, dan itu bisa di-crosscheck,” jelasnya.

Ia juga mengklaim, sarana pendukung penanganan Covid-19 di Kota Magelang masih memadai. Pada awal Juni, setok alat rapid test masih sekitar 820 unit. Kemudian digunakan untuk pemeriksaan bagi 233 petugas pencocokan dan penelitian (coklit) KPU Kota Magelang. Selain itu Pemkot masih memiliki sekitar 500 alat tes PCR. (put/ton/bas)





Tinggalkan Balasan