Pesan Makam di TPU Giriloyo Bisa via Online

TPU Giriloyo dikembangkan sebagai tempat pemakaman yang jauh dari kesan seram. Banyak penghijauan, dan tertata rapi. (Puput Puspitasari/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang meluncurkan layanan Sistem Pelayanan Olnine (Simpel) tempat pemakaman umum (TPU) Giriloyo. Fasilitas ini berbasis website.

Kabid Pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Pertamanan dan Pemakaman DLH Kota Magelang Yetty Setyaningsih mengatakan, fasilitas ini mulai diterapkan 29 Mei 2020. Meliputi enam item.  Yakni pelayanan perizinan pemakaman, perpanjangan izin petak makam, perizinan makam tumpangan, perpanjangan izin makam tumpangan, pemesanan petak makam, dan perpanjangan pemesanan petak makam.

“Masyarakat bisa dengan mudah mengajukan permohonan itu semua melalui website. Warga juga bisa mengecek konfirmasi, cek status, dan info makam. Termasuk bisa pantau sampai mana progres perizinannya,” katanya didampingi Kasi Pengelolaan PJU dan Pertamanan Teguh Ariyanto kemarin.

Keunggulan layanan ini, pemohon dapat melakukan pembayaran retribusi makam secara nontunai atau cashless. Meski terobosan ini menawarkan kemudahan, namun belum bisa dinikmati ke aplikasi berbasis Android. Lalu, pada tahapan verifikasi data pribadi pemohon masih dilakukan secara manual, guna mencegah terjadinya kebocoran data pemohon di dunia maya.

“Tapi, sejauh ini animo masyarakat sangat baik. Sampai sekarang ada sekitar 70 permohonan. Mudahnya lagi, sertifikat lebih cepat jadi dibanding yang dulu. Kalau dulu bisa seminggu, sekarang maksimal 2 x 24 jam sudah jadi,” imbuhnya.

Adanya fasilitas ini, pemerintah memiliki data base yang lebih rapi dan mudah. Di fasilitas ini juga dikembangkan sistem early warning system (EWS). Terdapat notifikasi atau pengingat ketika masa berlaku sewa sudah habis dan perlu perpanjangan.

Disebutkan Yetty , bahwa TPU Giriloyo menempati lahan seluas 16,8 hektare. 60 persen di antaranya sudah terpakai. Daya tampung di TPU ini diperkirakan masih sampai 20 tahun mendatang. (put/lis/bas)





Tinggalkan Balasan