Akademi TNI Dinilai Abaikan Kesepakatan

Rapat Dengar Pendapat Pemerintah Kota Magelang dengan DPRD Kota Magelang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Magelang, Selasa (7/7/2020). (Puput Puspitasari/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang berencana menempuh jalur mediasi untuk menyelesaikan persoalan sengketa aset kantor Wali Kota dengan Akademi TNI.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat yang dihadiri semua anggota DPRD, wali kota dan jajaran pemerintahan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Magelang, Selasa (7/7/2020).

“Rapat dengar pendapat ini sekaligus untuk memberikan dukungan moral Pemkot Magelang menyelesaikan persoalan ini,” kata Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno.

Ia menilai, keberadaan Kantor Wali Kota Magelang murni untuk memberikan layanan masyarakat. Bukan sekadar eksistensi pemerintah daerah.

Ia pun menyayangkan ambisi Akademi TNI yang berkeinginan segera menduduki area tersebut tanpa menengok kembali sisi historis dan komunikasi yang telah terbangun selama ini.

“Ini zamannya reformasi. Paling tidak hargailah lembaga daerah. Artinya, kalau pindah, terus langsung pindah begitu, kan tidak bisa. Ini lembaga resmi dan dilindungi Undang-Undang,” sentil politisi PDI Perjuangan itu.

Dia mengungkapkan, upaya penyelesaian aset ini telah dilakukan Pemkot Magelang sejak lama. Tiap kali rapat, selalu ada kesepakatan yang disimpulkan.

“Saya pikir malah sudah clear waktu saya menjabat sebagai Ketua Komisi C pada tahun 2017 lalu. Terakhir September 2019 lalu juga sudah ada berita acara, saya hadir itu. Tapi begitu rapat lagi, kok dokumen-dokumen kesepakatan lama tidak dipakai lagi. Bahkan, orang-orangnya (yang ikut rapat) juga sudah berbeda,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengingatkan agar dokumen-dokumen kesepakatan sebelumnya tetap dipakai dalam setiap rapat pembahasan sengketa lahan. Apabila digelar rapat lanjutan, maka tercatat runtutan upaya dan mekanisme yang telah ditempuh selama ini.

“Dokumen dan berita acara dirunut dan dikaji bersama. Ada awalan ketika rapat digelar, sehingga hasilnya bisa win-win solution,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, hasil rapat terakhir sempat ada kesepakatan antara Kemendagri dan Pemprov Jawa Tengah untuk membantu anggaran dana tukar tanah Pemkot Magelang kepada Akademi TNI.

“Bahasanya bukan difasilitasi, tapi justru dibantu dari Kemendagri dan provinsi. Karena kita tidak akan mampu kalau segitu. Pernah juga disiapkan di Salaman (Kabupaten Magelang), bahasannya sudah ada itu tapi (Akademi TNI) tidak mau. Maunya tetap di Lembah Tidar. Akhirnya sudah diukur tanahnya di belakang kantor wali kota sekarang ini, tapi begitu rapat terakhir kesepakatan lama ini tidak pernah dirangkum. Disinggung saja tidak,” katanya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito masih menyayangkan Akademi TNI memasang plang lahan kepemilikan. Apalagi pihaknya telah mengantongi kesepakatan antara beberapa pihak saat rapat digelar di Jakarta pada September 2019 lalu.

“Tidak hanya satu dokumen itu, tapi banyak sekali notulensi yang sebenarnya menghasilkan kesepakatan. Namun, pada saat rapat terakhir, baru-baru ini kesepakatan sebelumnya tidak dibahas lagi,” akunya.

Sigit menyebutkan, salah satunya berita acara kesepakatan rapat pada 3 September 2019 lalu. Terdapat 8 kesepakatan dalam berita acara tersebut, di antaranya besaran luas lahan pengganti yang akan disiapkan Pemkot Magelang, Pemprov Jawa Tengah, dan Kemendagri seluas kurang lebih 13,21 hektare. Juga kesepakatan perhitungan teknis bersama antara Akademi TNI dan Pemkot Magelang, serta penentuan lokasi yang dilaksanakan tim bersama dan kesepakatan mekanisme untuk pengadaan lahan.

“Kami selalu kooperatif selama ini, agar ini cepat selesai, cepat clear. Tidaklah benar jika itu ego sektoral. Alangkah baiknya kalau kesepakatan rapat-rapat terdahulu itu dirunut. Jangan begitu ada rapat, kesepakatan baru lagi, yang kemarin mentah lagi. Rapat-rapat yang lalu tidak ada gunanya, kan buang-buang energi namanya. Kemudian yang jelas bahwa menempati kantor yang sekarang ini bukanlah keinginan wali kota. Tetapi keinginan pemerintah pusat saat itu,” tegasnya. (put/had/bas)





Tinggalkan Balasan