Pengeroyokan Berujung Maut, Sembilan Tersangka Dibekuk

Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan didampingi Kasatreskrim AKP Dewa Ditya menunjukkan barang bukti pengeroyokan. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Diduga menganiaya orang hingga tewas, sembilan warga ditangkap polisi. Tiga lainnya buron. Korban adalah Bagas Himawan, 23, warga Jalan Rama Kelurahan Panjang Magelang Tengah yang tewas di tangan para tersangka.

Sedangkan 9  tersangka yakni NF, 18, warga Magersari, Magelang Selatan; ANG, 24, warga Magersari, Magelang Selatan; DA, 22, warga Tidar Selatan, Magelang Selatan. Kemudian MLP, 19, warga Magersari; RF alias Bunder, 27, warga Magersari; CH alias Mbahe, 24, warga Kampung Trunan Tidar Selatan. Selain itu  AAS alias Liyong, 20, warga Kampung Trunan; FJ alias Jarwo, 20, warga Kampung Trunan dan RS 37, Kampung Trunan.

Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan didampingi Kasatreskrim AKP Dewa Ditya Senin (6/7) mengatakan kejadian bermula dari laporan istri korban karena suaminya dikeroyok orang tidak dikenal Kamis (4/6).

“Para pelaku mendatangi korban di rumah orang tua korban di Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara, namun tidak ketemu. Korban berhasil ditemui di warnet Kampung Juritan Kelurahan Panjang Kecamatan Magelang Tengah. Kemudian pelaku membawa korban ke TKP salah satu rumah yang disebut ‘MARKAS’ oleh para pelaku. Tepatnya di Kampung Trunan RT 02 RW 07 Kelurahan Tidar Selatan,” imbuhnya.

Nugroho menyebutkan aksi pelaku ini dipicu korban dicurigai mencuri bawang putih satu karung milik saudara salah satu pelaku. Namun korban saat itu menyangkalnya. “Lalu para pelaku mengeroyok korban. Dengan memukul, menendang dan membenturkan kepala korban ke tembok. Setelah dikeroyok, korban tidak sadarkan diri dibawa ke RSUD Tidar,” bebernya.

Nugroho mengatakan, pelaku saat mengeroyok korban dalam kondisi dipengaruhi miras. “Para pelaku memukuli korban tanpa memakai senjata tajam, hanya pukulan dan tendangan saja. Karena tindakannya spontan. Namun ini masuk dalam main hakim sendiri. Ada 9 pelaku yang kami tangkap, dan tiga orang masih buron,” ujarnya.

Kasatreskrim AKP Dewa Ditya menambahkan barang bukti yang diamankan yakni satu potong kaus lengan pendek kombinasi putih, biru muda, hitam dalam keadaan sobek -sobek dan bercak darah. Kemudian satu potongan celana jeans panjang warna biru merk EXCODY dan bercak darah,satu potongan jaket jumper warna abu – abu merk Peter Says Denim ada bercak darah, satu buah sabuk kulit warna coklat merk levis keadaan putus, dan satu unit sepeda motor merk Honda Beat  AA 5026 ZA, tahun 2019.

“Para pelaku dijerat pasal 170 Ayat (1) ke – 3 dan atau ke -2 KUHP Tindak Pidana bersama- sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan matinya orang dan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. (had/lis/bas)





Tinggalkan Balasan