Anggaran TNI AD Dipangkas Rp 4 Triliun

Jenderal TNI Andika Perkasa. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Imbas penanganan Covid-19, anggaran TNI Angkatan Darat pun dipotong Rp 4 triliun dari total anggaran Rp 56 triliun. “Kalau anggaran AD itu Rp 4 triliun. Tahun ini, kami yang dipotong. Tetapi itu kan, semua lembaga pemerintah pasti dipotong,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa Senin (6/7/2020) saat mengikuti upacara penutupan pendidikan dan wisuda taruna Akmil tingkat IV.

Andika menegaskan, dari anggaran yang dipotong bukanlah belanja pegawai, atau gaji. Untuk anggaran total tahun ini, kata Andika sejumlah Rp 56 triliun.

“Potongan itu bukan gaji, bukan tunjangan kinerja, jadi belanja pegawai tidak boleh dipotong. Yang dipotong pembelian barang dan belanja modal. Misalnya pembelian senjata perorangan, ada yang harus ditunda, dan sebagainya,” tegasnya.

Saat disinggung adanya anggota TNI AD yang terkena Covid-19, Andika mengakui ada. “Ada, dan kita terus rawat juga. Laporan kepada saya, tapi ini gabungan antara OTG, ODP, PDP, dan positif, dan yang meninggal. Positif ada 12, ada empat orang meninggal Angkatan Darat,” imbuhnya.

Sementara itu dalam penutupan pendidikan dan wisuda jenjang Sermatutar Tingkat IV Akademi Militer di Lapangan Pancasila berbeda dengan sebelumnya. Sesuai protokol kesehatan, dua taruna/taruni peraih penghargaan tertinggi yakni Adi Makayasa dan Anindya Wiratama mengalungkan sendiri simbol penghargaannya.

Padahal, biasanya inspektur upacara yang merupakan Kepala Staf Angkatan Darat mengalungkan penghargaan tersebut. Peraih Adi Makayasa, Angga Andhika Yudha dan peraih Anindya Wiratama Heny Puspitasari pun langsung kembali ke tempat, tanpa mendapatkan ucapan dan bersalaman dari Kasad. (had/lis/bas)





Tinggalkan Balasan