Penumpang Bus AKAP Turun Drastis

334
Penumpang AKAP yang turun di Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang diperiksa kesehatannya. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Jumlah penumpang Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang turun  di Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang menurun drastis. Pada 25 Maret 2020, terminal ini diserbu sekitar 1.135 penumpang. Memasuki bulan April 2020 tidak sampai 300 penumpang.

“1 April lalu, Terminal Tidar kedatangan  sekitar 299 penumpang, kemudian 2 April 295 penumpang,” ujar Kepala Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang Lilik Hartanto, Jumat, (3/4/2020).

Adapun jumlah penumpang dari tanggal 26-31 Maret secara berurutan, yakni 964, 767, 928, 774, 434 dan 409 penumpang. Mereka merupakan penumpang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) juga Jogjakarta.

Ia tak bisa memprediksi berapa banyak penumpang yang akan turun lagi di terminal selama beberapa hari kedepan. “Kalau kondisi seperti ini (pendemi covid-19, Red) sulit diprediksi,” imbuhnya.

Meski jumlahnya sedikit, ia tak mau terlena. Prosedur pengecekan kesehatan tetap dilakukan guna pencegahan penyebaran covid-19. Di terminal, kata Lilik, didirikan posko kesehatan. Dimana penumpang yang turun dari bus diminta menuju posko untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Prosedurnya, setelah penumpang turun dari bus, penumpang harus antre mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan. Kemudian, diminta duduk dan menjaga jarak dengan penumpang lainnya sekitar satu meter lebih untuk menunggu di periksa identitasnya oleh petugas dari Dishub, TNI dan Polri dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah itu diperiksa suhu badannya oleh tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes), lalu diminta masuk ke bilik steril,” jabarnya.

Jika suhu badan penumpang tidak normal, maka mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Sejauh ini, Lilik mengaku bahwa tidak ada penumpang yang mengalami gejala yang dicurigai terpapar covid-19. Semua terpantau dalam kondisi sehat. “Kita juga mengimbau kepada para agen-agen atau pengelola kios untuk menjaga kebersihan kiosnya. Kita beri edukasi bahwa virus ini harus kita waspadai bersama,” jelasnya. (put/bas)





Tinggalkan Balasan