alexametrics

Pasien PRB Bisa Manfaatkan Antrean Online untuk Periksa

Artikel Lain

Manfaat Program Rujuk Balik (PRB)
Bagi Peserta:
a. Meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan.
b. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang mencakup akses promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
c. Meningkatkan hubungan dokter dengan pasien dalam konteks pelayanan holistik.
d. Memudahkan untuk mendapatkan obat yang diperlukan.
Bagi Faskes Tingkat Pertama (FKTP):
a. Meningkatkan fungsi Faskes selaku Gate Keeper dari aspek pelayanan komprehensif dalam pembiayaan yang rasional.
b. Meningkatkan kompetensi penanganan medik berbasis kajian ilmiah terkini (evidence based) melalui bimbingan organisasi/dokter spesialis.
c. Meningkatkan fungsi pengawasan pengobatan.

Bagi Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL):
a. Mengurangi waktu tunggu pasien di poli Rumah Sakit.
b. Meningkatkan kualitas pelayanan spesialistik di Rumah Sakit.
c. Meningkatkan fungsi spesialis sebagai koordinator dan konsultan manajemen penyakit.
Sumber BPJS Kesehatan Cabang Magelang

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG,– Program Rujuk Balik (PRB) dipastikan memiliki manfaat besar bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Begitupun bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujuk Tingkat Lanjutan (FKRTL) selaku pelaksana.

Karena itu, ratusan dokter FKTP di wilayah kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Magelang dikumpulkan. Mereka mengikuti mentoring penatalaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) terkendali dan optimalisasi implementasi PRB.

Dihadirkan narasumber, dr Harli Amir Mahmudji Sp.PD-KEMD (Bagian Endokrinologi KSM Penyakit Dalam) RSJ Prof dr Soeroyo Magelang. Dia menyampaikan materi tentang manajemen diabes melitus dan hipertensi.

Baca juga:  Untidar Raih Predikat Informatif

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Dyah Miryanti mengatakan, PRB merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil. Namun masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di FKTP atas rekomendasi atau rujukan dari dokter spesialis.

“Sehingga, pasien tidak perlu mengantre di rumah sakit untuk berobat. Karena FKTP sudah bisa menangani jika sudah dinyatakan stabil berdasar resep yang ditulis di surat rujuk balik dokter spesialis,” kata Dyah, di Wisma Sejahtera Magelang, Sabtu (29/2).

Menurutnya, peserta tidak perlu khawatir dengan jenis obat yang diberikan FKTP. Semua sudah sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter spesialis. Obatnya dapat diambil di Apotik Rujuk Balik yang ada di FKTP.

Saat ini, FKTP memang diberikan wewenang untuk melayani pasien dengan penyakit kronis. Ada sekitar 300 klub Prolanis yang dikelola FKTP di Kabupaten Magelang, Kota Magelang dan Kabupaten Temanggung. Sehingga FKTP mudah memonitor perkembangan kondisi pasien dengan penyakit kronis di wilayahnya.

“PRB ini juga memberikan kemudahan pelayanan kesehatan bagi pasien untuk berobat di tempat yang lebih dekat, sementara di FKRTL tidak ada penumpukan pasien,” ujarnya.

Baca juga:  Soal Pemberhentian Puluhan THL, Wali Kota Magelang: Saya Juga Kaget, Disebut Zalim

Lanjut Dyah, PRB ini berlaku tiap 3 bulan. Selama masa pengawasan di FKTP, pasien akan dirujuk lagi ke dokter spesialis. Setelah itu kembali ke FKTP. Pun seterusnya. Kendati demikian, pasien boleh dirujuk ke dokter spesalis sebelum tiga bulan.
Pelaksanaan PRB di lapangan juga tidak lepas dari kendala. Menurut dr Harli Amir Mahmudji kendala itu terletak pada komunikasi yang tidak terstruktur, yakni antara FKTP, pasien dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Sehingga diperlukan log book. Dimana riwayat kondisi pasien tercatat. Dalam waktu dekat ini, log book bagi pasien dengan penyakit kronis akan dilaksanakan.

Dalam acara ini, BPJS Kesehatan Magelang memberikan penghargaan bagi 12 FKTP yang sudah menerapkan sistem atrean online. Di antaranya, Klinik Sano Gracia, Klinik Endo Nesia, Klinik Pratama Kartika Rindam, Klinik Pratama Kartika Kesdam, dr Christina Jekti Palupi, dr Endang Rahmanti MPH, dr Vivien Mardepi, drg Niken Wulandar, Klinik Daqu Sehat, Klinik Dwi Puspita, dr Lusi Yalena, dan dr Guntur Heru Purtranto MMR.

Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Magelang Ika Wulan Ndari menambahkan, peserta JKN-KIS tak perlu lagi repot mengambil nomor antrean berobat di FKTP dan FKRTL. Pasalnya, BPJS Kesehatan telah memperbaharui aplikasi Mobile JKN dengan fitur Antrean Online. Dengan begitu, peserta bisa mengambil nomor antrean secara online, dimanapun dan kapanpun, tanpa harus datang ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

Baca juga:  Pesanan Kue Kering Mengalir

“Antrean online merupakan program baru BPJS Kesehatan. Kita targetkan pada bulan April mendatang, seluruh FKTP sudah menggunakannya,” imbuhnya.

Sejauh ini, antrean oleh sudah banyak dimanfaatkan peserta JKN-KIS. Sebab, di Magelang sendiri, ada sekitar 1 juta pengguna aplikasi Mobile JKN. “Kelebihan antrean online, bisa memesankan nomor bagi anggota keluarganya, dan bisa memilih poli yang akan dituju,” imbuhnya.

Jika nomor antrean online sudah muncul pada aplikasi Mobile JKN, peserta bisa menunjukkan kepada petugas pendaftaran. Petugas FKTP akan langsung memproses cepat, karena daftar peserta langsung terkoneksi dengan Primary Care (PCare) BPJS Kesehatan. “Sehingga pasien tidak perlu lama-lama menunggu panggilan nomor antrean dan bisa memperkirakan waktu datang ke Faskes,” tandasnya.

Sementara itu, peserta mentoring dr M Syahrul dari Klinik Daqu Sehat mengakui kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para dokter umum yang bertugas di FKTP. Khususnya terkait perkembangan ilmu kedokteran. Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan FKTP yang sudah memasang antrean online. Menurutnya, program ini sangat baik dan memudahkannya dalam memberikan pelayanan cepat bagi pasien. (put/adv/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya