alexametrics

Empat Kali Ikuti Kompetisi Make Up Peserta Dewasa

Lovely Natasha Xaviera Elysia, Perias Cilik Asal Magelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, – Lovely Natasha Xaviera Elysia masih berusia 9 tahun. Namun siswi kelas 4B SD Terpadu Ma’arif Gunungpring Muntilan, Kabupaten Magelang ini telah menjadi Make Up Artis (MUA) profesional. Lovely juga telah mengikuti berbagai ajang lomba dan bersaing dengan MUA dewasa.(AGUS HADIANTO, Magelang, Radar Semarang).

DENGAN malu-malu, Lovely menyambut ucapan salam dan mencium tangan wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Agus Hadianto, saat ditemui di sekolahnya, Rabu (22/1). Didampingi Kepala SD Terpadu Ma’arif Fitri Haryanti dan wali kelas 4B Lailatul Qodariyah, gadis kelahiran Magelang, 9 Maret 2010 ini menceritakan pengalamannya saat berlomba di Mal Paragon Solo dalam ajang Make Up Competition 2020 tingkat SMA/SMK beberapa hari lalu. Saat lomba itu, ia adalah peserta terkecil, di antara 216 peserta. Di ajang tersebut, ia menyabet juara harapan 3 dan mendapat penghargaan sebagai MUA terkecil.

“Ya senang sekali bisa juara, meski juara harapan. Momy (panggilan sayang untuk ibunya) hampir menangis karena senang,” ucapnya kepada koran ini.

Putri pertama pasangan Mukhamad Nurkhabib, 39 dan Intan Kristanti, 36, ini mengaku, dirinya sudah ikut kompetisi MUA tingkat profesional sebanyak empat kali, yakni pertama di Jogja pada 2019, kedua di Temanggung, ketiga di Jogja, dan keempat di Mal Solo Paragon. Dari keempat kompetisi yang diikutinya, Lovely mengaku di Solo mendapat juara harapan 3.

Baca juga:  Ketua Demokrat Kota Magelang Dilaporkan ke Polres

“Kompetisinya pada Rabu (15/1) lalu dari siang sampai sore hari. Ada 216 peserta yang ikut, semuanya MUA sudah besar-besar. Untuk kompetisi ketiga dapat penghargaan sebagai MUA terkecil, belum juara sih,” katanya.
Lovely mengaku, saat mengikuti lomba make up sempat diremehkan oleh peserta lainnya. Terlebih dalam lomba yang diikutinya masuk kategori lomba profesional. Dirinya merupakan peserta terkecil.

“Waktu lomba, sering dicibir oleh para peserta lain. Tapi Momy selalu memberi semangat. Saya memang bercita-cita jadi perias. Seneng banget lomba kemarin bisa dapat hadiah,” ucap gadis kecil yang mengidolakan Tasya Farasya ini.

Ia bercerita, awal dirinya suka make up berawal dari hobinya berdandan dan merias diri di depan cermin sejak usia 7 tahun. Kala itu, momynya yang mempunyai usaha salon di rumah Dusun Pucungan RT 01 RW 02, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, membiarkannya menggunakan peralatan make up.

“Pas itu kelas 2 SD. Momy membiarkan. Ya riasannya pas itu masih lucu. Setelah itu, Momy mengajari cara make up yang bagus,” katanya.

Ia pun dikenalkan lebih dekat oleh Momy peralatan make up lengkap, seperti bedak, pensil alis, bedak tabur, eye shadow, eye linear, blash on, shading, highlight, lipstick, dan lainnya. Untuk proses make up sendiri, kata Lovely, diawali dengan memakaikan foundation, bedak padat, bedak tabur, alis, eye shadow, eye liner, blosh on, shading, highliht, dan terakhir lipstick.

Baca juga:  Direktur RSUD Tidar Jadi Kepala Dinkes

Lovely juga mengaku, kesukaannya merias didapatnya sejak usia 5 tahun. Kala itu, dirinya suka menggambar berbagai macam corak alis mata di kertas. Selain itu, dirinya mengaku suka mengusili adiknya yang berusia dua tahun, Lovely Aisya Almasyra. “Dulu suka mendandani atau make up adik. Tak gambar-gambar, tak make up,” kenangnya sambil tertawa.

Ia menceritakan, awal mengikuti kompetisi make up, dirinya sempat deg-degan, takut, dan minder. Namun kehadiran kedua orangtuanya di setiap lomba, memberinya semangat.

Saat ditanya apa yang sulit saat make up, Lovely mengaku saat menata alis. Sebab, kata Lovely, setiap model memiliki bentuk alis yang berbeda-beda. “Kesusahan lainnya yakni bentuk wajah dari model, terutama yang gemuk. Karena harus memperlihatkan lekuk wajah yang terlihat tirus,” ujarnya.

Lovely mengaku, lebih senang make up dengan corak modern, karena lebih mudah dan membutuhkan waktu riasan relatif pendek, yakni sekitar satu jam. Sedang make up corak tradisional, kata Lovely, membutuhkan konsentrasi yang tinggi, karena mempunyai kerumitan yang detail dengan waktu rias hampir tiga jam.

Baca juga:  Inovasi Pemkot Masuk Nominasi IGA

“Lebih suka make up modern, karena Momy alirannya juga itu. Tapi saya juga sudah make up pengantin, penari, pagar ayu, dan lainnya. Paling cepat satu jam untuk merias satu orang,” tuturnya.

Ibunda Lovely, Intan, mengaku, putrinya memang mempunyai bakat me-make up. Ia sedari awal membiarkan anaknya berkreativitas dengan peralatan make up di salon miliknya. “Dia usia 5 tahun sudah mulai rias, tapi rias untuk diri sendiri saja. Kemudian pada usia 7 tahun mulai belajar rias, tapi sekadar rias biasa saja. Usia 7 tahun itu sudah pernah sekali untuk bantu rias pager ayu, kemudian umur 8 tahun sudah ngrias penari,” jelasnya.

Wali Kelas 4B SD Terpadu Maarif Gunungpring Muntilan Lailatul Qodariyah menambahkan, Lovely di kelas merupakan anak yang ceria, mudah bergaul, dan disukai teman-temannya. Jika ada ulangan, kata Lailatul, Lovely lebih dulu selesai mengerjakannya. “Untuk akademiknya seimbang, kemudian pelajaran Bahasa Inggris yang paling disukai. Nilainya bagus, dia masuk 10 besar di kelasnya,” ujarnya.
Kepala SD Terpadu Maarif Gunungpring Fitri Haryanti mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. Meski prestasi tersebut bukan di bidang akademik, namun tetap membawa nama baik sekolah. “Kami bangga atas prestasi yang diraihnya,” kata Fitri. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya