Monyet Tidar Suka Makanan Kemasan

218
ASYIK BERMAIN : Anak-anak di sekitar Kebun Raya Gunung Tidar tidak takut bermain di kawasan ini meskipun banyak monyet ekor panjang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
ASYIK BERMAIN : Anak-anak di sekitar Kebun Raya Gunung Tidar tidak takut bermain di kawasan ini meskipun banyak monyet ekor panjang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Populasi monyet ekor panjang di Gunung Tidar kini mencapai hampir 300 ekor. Ketersediaan makanan yang kurang membuat primata itu masuk ke permukiman warga.

“Ada informasi juga sampai ke Terminal Tidar Kota Magelang,” kata Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Agus Suprijanto, kemarin.

Agus juga mengamati, monyet-monyet turun pada saat pengunjung Kebun Raya Gunung Tidar sepi pengunjung. Namun saat ramai, monyet-monyet tetap berada di habitatnya.

“Banyak pengunjung yang sering memberi makan monyet, seperti snack kemasan. Padahal sudah kami imbau untuk tidak memberikan makanan seperti itu kepada monyet,” imbuhnya.

Alhasil, monyet yang mestinya makan buah-buahan jadi doyan makanan kemasan. Lalu, suka minum minuman kemasan botol. “Bahkan monyet juga bisa memilih minuman yang dibawa pengunjung. Sering ada monyet yang mengambil minuman yang berwarna,” ujarnya.

Dugaan lain turunnya monyet dari Gunung Tidar karena telah terbiasa bertemu dan berinteraksi dengan pengunjung. Sehingga monyet tidak takut kepada manusia, meski telah dihalau. “Jadi monyet ini sudah nggak takut ke sana kemari. Sempat juga turun ke taman Gunung Tidar, sampai rusak, karena tanamannya dicabuti sama monyet,” jelasnya.

Meski diakui ada warga yang resah dengan keberadaan monyet, lain halnya dengan pengunjung. Ia mengklaim belum menerima keluhan sejauh ini. “Malahan, mereka (pengunjung, Red) suka dengan monyet,” akunya.

Mengatasi monyet kelaparan, pihaknya telah memberikan makanan tambahan seperti buah-buahan. Selain itu, tanaman jambu, salak, rambutan, kopi di Gunung Tidar sedang berbuah.

“Kami juga sedang bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengatasi monyet ini,” tuturnya.

Pengunjung, Priyadi, 45, mengaku selama naik ke Gunung Tidar belum pernah mendapat gangguan dari monyet. Kedatangannya ke Gunung Tidar juga untuk melihat monyet-monyet lebih dekat. “Di Gunung Tidar suasana menyatu dengan alam. Tapi kita sendiri harus hati-hati kalau bawa makanan atau minuman jangan mencolok, supaya tidak direbut monyet,” ungkap warga Magelang itu. (put/ton)

Tinggalkan Balasan