Pasha Ungu belum Tampil, Atap Panggungnya sudah Roboh

257
ROBOH : Atap panggung acara malam pergantian Tahun Baru 2020 di Alun-alun Kota Magelang roboh. (Puputpuspitasari/RadarSemarang.id)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Atap panggung rigging di Alun-alun Kota Magelang roboh. Mestinya, panggung megah itu akan digunakan Pasha Ungu dan beberapa pengisi acara malam Tahun Baru 2020 lainnya tampil menghibur masyarakat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Atap tersebut roboh dan patah. Sehingga tidak bisa digunakan lagi. Setting panggung, sound dan lighting ditata ulang. Rencananya, atap panggung akan diganti total meski lebih sederhana dari sebelumnya.

Peristiwa itu terjadi saat Kota Magelang dan khususnya di kawasan alun-alun diguyur hujan deras, disertai angin kencang. Sekitar pukul 13.55 WIB, atap tersebut ambruk.

“Band pengiring Pasha sedang cek sound tanpa Pasha. Waktu itu kita berhenti sejenak karena memang anginnya kencang sekali, tapi masih di atas panggung. Tiba-tiba terdengar bunyi krek, dan kami ngomong loncat, loncat. Dan semua langsung loncat,” jelas Pemimpin DG Production, Dora Lina Bineri selaku event organizer.

Atas peristiwa ini, ia memastikan beberapa pengisi acara batal tampil. Ia meminta maaf kepada semua pihak.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Djarwadi menjelaskan bahwa rangkaian acara harusnya dimulai pukul 15.30 WIB. Ada gelar budaya, band pemuka hingga penampilan liong fosfor. Dengan kejadian ini, ia prediksi acara mulai pukul 21.00 WIB.

“Kita pastikan inti acara tetap ada, doa bersama lintas agama dan penampilan Pasha Ungu,” jelas dia.

Sementara itu, Sekda Kota Magelang Joko Budiyono memastikan bahwa acara malam pergantian tahun baru di Kota Magelang tetap berlangsung. “Sekarang (panggung, Red) sedang ditata lagi. Kami harap, dan kami tetap memaksimalkan agar Pasha Ungu tetap main di Alun-alun Kota Magelang,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 16.00 WIB, personil Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga dikerahkan. Bahkan, dua unit truk milik Penerangan Jalan Umum (PJU) dipakai untuk mempercepat evakuasi besi-besi yang patah. (put/ap)