alexametrics

Sesuaikan Standar, RPH Canguk dilengkapi ERS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID MAGELANG – Untuk melengkapi standar sebagai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang terbaik, UPT RPH Kota Magelang telah dilengkapi Electric Railing System (ERS). Alat ini berfungsi menggantung karkas hewan potong, sehingga produk daging yang dihasilkan akan lebih higienis, jauh dari kontaminasi bakteri.

“Electric Railing System ini alat untuk menggantung karkas, sehingga mengurangi
kontaminasi bakteri. Kalau karkas ditaruh di bawah lantai, otomatis ada kontaminasi bakteri, baik itu dari darah ataupun kotoran. Melalui ERS ini, karkas akan digantung di atas, daging lebih bersih dan sehat,” kata Kepala UPT RPH Kota Magelang Diana Widiastuti, saat ditemui di RPH Kota Magelang Kamis (26/12).

Diana mengatakan, pembangunan ERS selesai pada Oktober 2019 dengan anggaran Rp 685.087.000. ERS, menurut Diana, langsung diuji coba dan digunakan pada November 2019. Cara kerjanya, karkas diangkat menggunakan katrol elektrik untuk diproses (pengulitan). Setelah selesai, hasilnya dibawa ke ruang transaksi. Sebelum masuk ke ruang
transaksi, timbangan digital akan mengukur secara akurat berat produk daging atau karkas.

Baca juga:  Relaksasi Kredit Kembali Dinanti

“Karkas diangkat menggunakan katrol elektrik, diproses. Setelah selesai, dibawa manual ke ruang transaksi. Sebelum masuk ruang transaksi, di situ ada timbangan digital yang terjamin keakuratannya. Sistem ini tentu memudahkan pelayanan dan meningkatkan
kualitas daging dari RPH,” tutur Diana.

Pihaknya terus mendorong penggunaan ERS. Sosialisasi telah dilakukan pada 2017.
Penerapan ERS ini dibutuhkan peningkatan keterampilan bagi operator RPH.

Keterampilan ditunjang dari pelatihan dan sosialisasi yang diadakan Disperpa Kota Magelang secara berkelanjutan.
“Sosialisasi sudah dilakukan sebelum alat ini ada, sejak 2017. Setelah dibangun, penerapannya terus didorong dengan pelatihan dan sosialisasi lagi kepada para operator, dengan begitu alat tersebut termanfaatkan dengan baik,” ujar Diana.

Baca juga:  Abadikan Nama Bagus Panuntun di RSUD Tidar, Wali Kota: Semangatnya Pak Bagus Itu Pol-Polan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Eri Widyo Saptoko mengatakan ERS sangat berguna. “Melalui sistem ini, proses pelayanan Pemotongan hewan akan semakin cepat. Kualitas daging lebih bersih, sehat dan awet. Dengan keberadaan railing system, akan sangat menunjang upaya pencapaian sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV),” kata Eri.

Pihaknya terus melakukan sosialisasi, pendampingan dan peningkatan kompetensi petugas yang akan menjalankan peralatan tersebut. RPH Kota Magelang setiap hari rata-rata melayani pemotongan sapi 9-12 ekor. Menjelang Lebaran, bisa meningkat hingga 15 ekor sapi per hari. Operasional mulai pukul 01.00-04.00. Produk daging yang dihasilkan didistribusikan ke Kota, Kabupaten Magelang, Muntilan, Purworejo, Wates di
Kulonprogo.

Baca juga:  Peradi Magelang Bakal Laporkan Hotman Paris ke Polda Jateng

Sebelumnya, wartawan Radar Kedu mengikuti sidak Komisi B DPRD Kota Magelang pada Jumat (20/12) dini hari pukul 02.30, sapi yang selesai disembelih dan dipotong ada yang diletakkan di atas meja dan bahkan ada yang diletakkan di bawah lantai. Saat itu alat penggantung daging (ERS) tidak digunakan oleh juru jagal. (had/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya