Tuan Rumah Kuasai Tunggal Anak Putra

DJARUM FOUNDATION KEJURKOT BULUTANGKIS TIDAR CUP XXII 2019

351

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG-Pemain tuan rumah Magelang menguasai juara kelompok tunggal anak putra Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XXII 2019. Hasil kejuaraan di GOR Djarum Magelang yang berakhir Minggu (22/12), seluruh juara kelompok tersebut diborong atlet Magelang.

PENUTUPAN KEJUARAAN-Ketua Pengkot PBSI Magelang Kukuh Santoso menutup Kejurkot Tidar Cup Ke-22, Minggu (22/12) sore. (TABAH RIYADI/JAWA POS RADAR KEDU)
PENUTUPAN KEJUARAAN-Ketua Pengkot PBSI Magelang Kukuh Santoso menutup Kejurkot Tidar Cup Ke-22, Minggu (22/12) sore. (TABAH RIYADI/JAWA POS RADAR KEDU)

Juara pertama dicatatkan oleh Farrel Sheva Dewangga (PB Wiratama), juara kedua Ibramovic Faza Aquene (PB Champions Magelang), serta juara tiga bersama Aditya Angsori (PB Wiratama) dan Reihan Bagus Prabowo (Daya Manunggal). Sedangkan di bagian putri, juara pertama disabet oleh pemain tamu, yakni Salsabila Zahra Aulia (Bintang Utara Sleman). Tiga juara lainnya dimiliki atlet Magelang. Yakni finalis Rahmania Putri Retnaningtyas (PB Daya Manunggal), serta juara tiga bersama Claresta Putri Nugraha (Wiratama) dan Arawinda Anjali (Surya Tidar).

Klub undangan PB Tunas Pamor Temanggung merebut satu posisi juara tiga bersama di tunggal pradini putra, atas nama Adhy Hasmoro. Menurut Pelatih PB Tunas Pamor, Rusfandinata Prabandaru, pada Kejurkot Tidar Cup kali ini, persaingan di babak delapan besar diakuinya sangat alot. “Tidak hanya perlawanan dari pemain tuan rumah, tetapi juga sesama atlet undangan. Namun hal ini bisa menjadi pengalaman bertanding anak-anak kita,” papar Rusfandinata yang membawa 13 pemain.

Ketua Umum Pengcab PBSI Kota Magelang, Al Kukuh Santoso memaparkan, persaingan atlet di beberapa nomor memang ketat. Salah satunya, kelompok tunggal anak putra. Pada penyisihan jumat kemarin, pemain yang menang pertandingan pertam tampil di babak berikutnya dalam satu hari itu.

“Perjalanan para atlet usia anak putra ini memang cukup panjang. Karena jumlah peserta yang banyak. Mereka harus turun bertanding dua kali di hari yang sama, sehingga tenaga terkuras. Itulah perjuangan untuk dapat meraih prestasi terbaik,” ungkap Kukuh, upacara penutupan kejuaraan, Minggu sore. (tbh/fiq/ton)