RSUD Budi Rahayu Buka 24 Jam

440
BELUM LAYANI BPJS : Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meninjau fasilitas di RSUD Budi Rahayu. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BELUM LAYANI BPJS : Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meninjau fasilitas di RSUD Budi Rahayu. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budi Rahayu sudah resmi beroperasi. Meski begitu, RS kelas D ini belum bisa menerima pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Budi Santoso mengungkapkan sementara ini hanya menerima pasien umum atau nonasuransi. Bila nanti rumah sakit telah terakreditasi, pihaknya baru bisa menerima pasien BPJS Kesehatan. “Harapannya dua bulan kita sudah siap (akreditasi, Red),” katanya di sela peresmian gedung RSUD Budi Rahayu, di Jalan Urip Sumoharjo, kemarin.

Fasilitas di rumah sakit ini baru tersedia pelayanan spesialis anak dan penyakit dalam dengan bantuan 6 dokter. Setelah akreditasi, pihaknya akan mengembangkan pelayanan spesialis dasar. Di antaranya spesialis anak, bedah, obgyn dan penyakit dalam. Lalu penunjang pelayanan seperti patologi klinik, anestesi, dan laboratorium. “Ada dokter spesialis lainnya, dokter jantung, syaraf, kulit kelamin, mata, telinga, hidung dan tenggorokan (THT) bisa kita siapkan di sini,” ujarnya.

Wali Kota Magelang,Sigit Widyonindito menjelaskan, RSUD Budi Rahayu hadir untuk melengkapi pelayanan kesehatan di Kota Magelang. Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat dari dalam kota maupun luar kota sangat tinggi untuk berobat di rumah sakit Kota Magelang. “Rumah sakit ini buka 24 jam,” ujarnya.

Sigit berpesan kepada petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit ini untuk memberikan pelayanan terbaik. Ia tidak ingin ada penolakan pasien. Selain itu, harus mengutamakan keramahan kepada pasien.

RSUD Budi Rahayu menempati luas lahan 2.640 meter persegi. Terdapat 30 tmpat tidur untuk rawat inap, fasilitas instalasi gawat darurat (IGD), radiologi, dan 4 ruang klinik untuk pelayanan rawat jalan. (put/ton)