Wow, Keren! Tabebuya Bermekaran di Magelang

335
MIRIP SAKURA - Bunga tabebuya di depan Kantor Wali Kota Magelang mulai bermekaran.(PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MIRIP SAKURA - Bunga tabebuya di depan Kantor Wali Kota Magelang mulai bermekaran.(PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Bunga tabebuya di Kota Magelang kini sedang bermekaran. Tercatat sudah tiga kali pohon tersebut berbunga. Bulan ini paling serempak.

Misalnya di Jalan Sarwo Edhie Wibowo, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Magelang hingga mendekati Halte Sejuta Bunga, bunga tabebuya mekar bersamaan. Pemandangan terlihat indah dengan kombinasi bunga berwarna putih dan merah jambu. Tak heran, banyak pengguna jalan yang kemudian menepi untuk berfoto. Bunga tabebuya yang berasal dari Brasil sering dianggap mirip bunga sakura yang khas Jepang.

Kabid Pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Uswatun Hasanah, menyebutkan kini ada 2007 pohon tabebuya di banyak lokasi. Penanaman tabebuya dilakukan pertama pada 2010. Saat itu jumlahnya masih sedikit. “Dulu pohon ini hanya di tanam di empat titik, yakni di Jalan Pahlawan ada 35 pohon, Jalan Piere Tendean 20 pohon, Jurangombo 25 pohon dan Jalan Sudirman 20 pohon,” katanya, kemarin.

Kemudian penanam dilakukan di titik strategis lainnya. Seperti Jalan Tentara Pelajar, PJKA Kebonpolo, Jalan Daha, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Kapten Suparman, Jalan Sriwijaya, Taman Shopping dan sebagainya. Saat ini pula DLH menanam di Kebun Bibit Senopati. “Tahun ini istimewa karena tiga kali mekar, pada Maret, Oktober dan November,” imbuhnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengimbau agar masyarakat juga ikut merawat pohon-pohon yang ada di Kota Magelang, apalagi yang mempunyai fungsi estetika dan peneduh.

“Semakin hari kita lihat Kota kita ini semakin bersih dan cantik, ditambah ada bunga tabebuya ini. Tinggal tugas kita bersama untuk menjaganya, jangan dirusak, syukur-syukur kita ikut menanamnya. Ndak usah harus tabebuya, tanaman lainnya juga bisa, di pekarangan rumah saja cukup,” ungkapnya.

Menurut Sigit, Pemkot Magelang juga mencanangkan gerakan warga menanam pohon atau tanaman untuk menguatkan citra Kota Sejuta Bunga. (put/ton)