alexametrics

Untidar Magelang Sudah Menerapkan PIN

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG–Universitas Tidar (Untidar) Magelang menerapkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) untuk memastikan para wisudawan bukan abal-abal. Sistem ini merupakan ketentuan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. PIN terdiri dari 15 digit angka berupa kode program studi, tahun lulus, dan nomor urut ijazah yang dikeluarkan oleh aplikasi PIN.

“Untidar telah menerapkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) di mana semua wisudawan dipastikan telah menyelesaikan perkuliahan sesuai ketentuan yang berlaku sesuai peraturan Untidar dan kementerian. PIN terintegrasi langsung dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PPDIKTI),” kata Rektor Untidar Magelang Prof Mukh Arifin dalam upacara wisuda Wisuda Magister, Sarjana dan Ahli Madya Tahun 2019 di Gedung Tri Bhakti Magelang, Sabtu (2/11). Pada wisuda periode ini terdiri dari dua wisudawan program magister, 378 wisudawan program sarjana dan 98 wisudawan program diploma III. Dan 96 wisudawan lulus dengan predikat cumlaude.

Baca juga:  Untidar Siapkan Lima Lokasi Ujian

Dalam sambutannya, Rektor juga menyampaikan tiga pesan untuk para wisudawan. Yakni lulusan Untidar diharapkan tidak terhanyut arus dan minat kebanyakan orang. Lulusan Untidar harus mulai berpikir bagaimana bisa berkontribusi pada masyarakat sekitar. Serta, lulus dan mendapatkan ijazah dari perguruan tinggi bukan jaminan terhadap sebuah kesuksesan di masa yang akan datang. “Keberkahan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh selama belajar di Untidar, tergantung pada ketawadukan para wisudawan dalam menjaga rasa hormat pada orang tua, saudara dan guru/dosen supaya ilmu pengetahuan dan ketrampilan anda menjadi berkah,” imbuhnya.

Peraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,94, Eka Kusuma Adianingrum, lulusan prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, mengaku bersyukur karena mampu meraih IPK cukup tinggi. Menurutnya, IPK yang dia peroleh merupakan bonus dari prinsip yang dia terapkan sehari-hari dalam perkuliahannya.

Baca juga:  Siapkan Diri Bertarung di Era Industri 4.0

“Prinsip saya, setiap perkuliahan harus ada ilmu tambahan yang saya dapatkan. Caranya ya dengan mencatat poin-poin penting penjelasan dosen serta tidak malu bertanya ketika ada materi yang belum saya mengerti,” ucapnya.

Humas Untidar Kusumo Wardani menambahkan, Eka merupakan perwakilan batch pertama, program Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher) pada Agustus 2018 lalu. Bersama rekannya Umi Rahmawati, ia akan berangkat ke Filipina pada 15 Agustus 2018 dan mengikuti program SEA-Teacher di Iloilo Science and Technology University (Isatu). (had/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya