alexametrics

Tidak Ada Program Abal-abal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha hadir menjadi  narasumber seminar nasional tentang otonomi daerah di Kota Magelang. Vokalis  grup band Ungu itu menutup acara dengan melantunkan dua lagu berjudul “Demi Waktu” dan “Kekasih Gelapku”.

Meski lagu-lagu tersebut dikeluarkan Ungu pada sekitar tahun 2005-2007, namun peserta seminar masih sangat hafal dengan liriknya. Mereka terlihat asyik bernyanyi, dan Pasha juga sabar meladeni foto para peserta satu per satu.

Dalam acara ini, Pasha berbagi pengalamanyna terjun menjadi birokrat. Ia mengaku tidak mudah. Awalnya banyak yang meragukan kemampuannya menjadi abdi negara. Tapi ia buktikan dengan melaksanakan tugas-tugasnya sebagai wakil wali kota.

Baca juga:  Virtual Metaverse untuk Ketep Volcano Theatre

“Di Kota Palu, pemerintahan harus implementatif dan aplikatif. Kedua, rumusan-rumusan penyusunan program kerja kami adalah rasional, realistis dan proporsional. Jadi nggak ada istilah program abal-abal,” ungkapnya di hadapan peserta reuni nasional Ksatria 07, STPDN Jatinangor Jumat (18/10) malam lalu di Pendopo Pengabdian.

Pemerintahannya juga harus responsif, akuntabel dan transparan. Dalam hal ini, kata Pasha, Pemerintah Kota Palu melibatkan banyak elemen, termasuk di dalamnya ada media dan tokoh masyarakat.

Menyadari bahwa kondisi tiap daerah dan kepala daerah memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, dia hanya berpesan agar pemimpin dapat membentuk iklim positif di dunia kerja.

Hadir narasumber lain, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Ketua Dewan Pengurus Nasional Ksatria 07 STPDN, Dedy Supandi, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa, Didik Suprayitno.

Baca juga:  Pasha Ungu Meriahkan Pergantian Tahun

Ketua panitia lokal Triyamto menyebutkan, reuni ini juga bertujuan untuk saling bertukar pikiran, pengalaman, serta gagasan mengabdi di pemerintahan. Kemudian menjadi ajang mengenalkan potensi daerah, termasuk Kota Magelang.

“Tuan rumah kali ini di Jawa Tengah dan kita memilih Magelang, karena sesuai  dengan tema 20 tahun Ksatria 07 mengabdi back to barak, maka kita  menempati mess Serayu dan mess Progo komplek Akmil,” jelasnya. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya