alexametrics

Jadi Tersangka Kericuhan Demo

12 Anak Wajib Lapor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Kepolisian Resor Magelang Kota kembali menahan dua orang tersangka pelaku kericuhan usai aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Magelang Kamis (26/9) lalu. Sebelumnya, polisi telah menetapkan 20 tersangka sebagai pelaku kericuhan dan menahan enam orang tersangka, sedang 14 lainnya tidak ditahan karena masih anak-anak.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan dan memproses 20 orang sebagai tersangka. Awalnya tersangka yang ditahan hanya enam orang karena masuk kategori dewasa sedangkan 14 tersangka anak tidak ditahan.

“Ditahan delapan tersangka, yang awalnya enam orang. Ada 12 anak-anak, tidak dilakukan penahanan, tapi wajib lapor, pendampingan tetap,” katanya.

Baca juga:  Empat Mahasiswa Pendemo Omnibus Law Divonis Hukuman Percobaan

Polisi sebelumnya mengamankan 59 orang usai kericuhan. Kemudian sebanyak 39 orang dipulangkan karena tidak cukup bukti.

Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan terakhir, validasi dan identifikasi ternyata ada tersangka yang awalnya dianggap anak-anak ternyata sudah dewasa.  “Pada waktu itu kan masih kita interogasi, ternyata yang 2 masuk kategori dewasa,” jelasnya.

Pasal yang mengancam para tersangka, yakni Pasal 170 KUHP diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama dan atau Pasal 406 KUHP tentang perusakan dan atau Pasal 212 KUHP tentang melawan petugas yang sedang melakukan tugas.

“Barang bukti yang diamankan antara lain batu-batu, ada pecahan lampu, pecahan pot, terus ada tulisan papan nama Pemkot dan DPRD yang dicopot,” tegasnya.

Baca juga:  Pandemi, Permohonan SIM di Kota Magelang Menurun

Terpisah, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, kerusakan fasilitas milik Pemkot akibat kericuhan aksi masih didata. Pemkot akan langsung melakukan tindakan perbaikan. “Nanti kita lihat kerusakannya, kalau kecil-kecil yang kita segera perbaiki,” imbuhnya.

Sigit juga menyampaikan, kondisi salah satu pegawai Dinas Perhubungan yang mengalami luka dan dirawat di RSUP dr Sardjito Jogjakarta sudah mulai membaik. “Tadi pagi (kemarin, red) saya dilapori besok pulang. Sudah langsung kita rujuk, begitu kita nggak ada alatnya langsung kita rujuk. Sudah ditangani dengan baik,” jelasnya. (had/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya