alexametrics

Demokrat dan PKB Saling Lirik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Menjelang bergulirnya pemilihan wali kota dan wakil wali kota pada September 2020, tensi perpolitikan di Kota Magelang semakin menghangat. Setelah sebelumnya DPC PDI Perjuangan Kota Magelang telah menerima pendaftaran delapan kandidat bakal calon wali kota/wakil wali kota, kini giliran PKB dan Demokrat saling lirik untuk menjajaki kemungkinan berkoalisi.

“Politik kan semua bisa mungkin. Kita lihat, PKB raih tiga kursi, Demokrat juga tiga kursi. Kalau memang bisa berkoalisi, kenapa tidak?” kata Ketua DPC PKB Kota Magelang H Sallafudin, sambil melirik dan tersenyum kepada koleganya di DPRD Kota Magelang Ketua DPC Partai Demokrat Kota Magelang, Dian Mega Aryani.

Gus Sallaf -panggilan akrab Sallafudin- mengungkapkan, PKB sendiri mempunyai banyak kader potensial yang diajukan sebagai kandidat. Namun demikian pihaknya belum mau berspekulasi apakah mengajukan calon kandidat sebagai wali kota atau wakil wali kota jika terbentuk koalisi.

Baca juga:  Dukun Pengganda Uang di Magelang yang Bunuh Empat Orang Jalani Pemeriksaan Psikologi

“Ya mungkin ini Bu Dian Mega Aryani bisa jadi AA1, PKB nanti ikut saja di AA2,” ucapnya sambil tertawa.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Kota Magelang Dian Mega Aryani, merespon baik niat PKB untuk membuka pintu koalisi. Bagi Dian, dalam politik semua memungkinkan.

“Ya kita terbuka dengan semua partai lah, seperti contohnya PKB ini. Ya nggak elok lah misal Partai Demokrat AA1, mungkin ini Gus Sallaf AA1 saja, saya menyesuaikan saja AA2 boleh juga,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Magelang Bustanul Arifin, mengaku partainya siap membuka ruang koalisi dengan partai manapun, tak terkecuali dengan PDI Perjuangan. Menurut Bustanul, dalam gelaran pilwakot 2009 dan 2014 lalu pun, partainya berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Baca juga:  Tertutup, Calon Alternatif dari Parpol

“Jadi kenapa tidak? Semua memungkinkan. Partai lain juga kita siap untuk berkoalisi. Terlebih kita juga punya kader-kader terbaik dan potensial seperti Ahmad Tri Susilo dan Arifin Mustofa,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai peluang mengusung calon kandidat di partainya, Bustanul mengaku sebagai partai pemenang kedua dan meraih tiga kursi, pihaknya tidak bisa mengusung sendiri karena minimal harus mempunyai lima kursi di DPRD. (had/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya