Minta Pendopo Walkot untuk Kepentingan Umum

263

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Magelang tak ingin Pendopo Pengabdian yang berada di kompleks rumah dinas Wali Kota Magelang terkesan “angker”. Dalam waktu dekat, para pengurus APSAI ingin bertemu dengan Wali Kota Sigit Widyonindito untuk meminta agar pendopo tersebut menjadi sarana publik.

Ketua APSAI Kota Magelang Edy Hamdani menjelaskan, pendopo tersebut mestinya bisa digunakan oleh masyarakat umum, utamanya anak-anak sebagai wujud implementasi Kota Layak Anak (KLA). Bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang dapat mendukung tumbuh kembang anak dan memupuk kreativitas anak. Di antaranya kegiatan menari, menyanyi dan sebagainya.

Selain penggunaan pendopo untuk kegiatan, akan ada usulan lain seperti tempat wisata ramah anak.

“Kami akan mengusulkan supaya masuk Gunung Tidar dan masuk Taman Kyai Langgeng free untuk anak-anak. Termasuk Pendopo Pengabdian ini harus terbuka untuk anak-anak. Tidak boleh pendopo ini tertutup gerbangnya,” kata Edy usai pengukuhan Pengurus APSAI Kota Magelang Selasa (17/9) sore.

Jika nantinya permintaan itu dikabulkan, ia akan membangun komunikasi dengan para lurah. Edy menambahkan, sebelum APSAI terbentuk, sebetulnya perhatian para pengusaha terhadap anak-anak sudah ada.  Ia mencontohkan, hotel-hotel di Kota Magelang yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sudah menyediakan pojok baca, atau memiliki arena bermain anak.

Ketua APSAI Pusat, Luhur Budi P menyambut baik dibentuknya APSAI daerah. Dia menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan APSAI bisa sangat kompleks. Contohnya dalam hal makanan. “Beberapa anggota APSAI yang bergerak di bidang makanan, sekarang berusaha menurunkan kadar gula dalam makanan yang dihasilkan. Saya nggak sebut mereknya, tapi ada es krim, susu bayi dan sebagainya,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPA RI Leny Nurhayanti Rosalin mengapresiasi, kegigihan Pemkot Magelang, pengusaha dan masyarakat dalam mewujudkan KLA. Ia pun memuji inovasi pemkot dalam penyediaan ruang laktasi dan penitipan anak di pasar tradisional. (put/lis)