alexametrics

Sembunyikan Sabu dalam Dubur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Seorang napi kasus narkoba yang mendekam dalam tahanan, Heri Joko Santoso alias Jeko, 39, Jumat (6/9), tertangkap tangan memiliki narkoba jenis sabu dan obat-obatan terlarang di Lapas Kelas 2A Magelang. Diduga, narkoba tersebut diselundupkan oleh istrinya, DT, saat membesuknya.

Petugas menduga, Jeko sejak dari dulu berhasil menyelundupkan narkoba namun tidak berhasil diendus. Petugas berhasil mengamankan satu paket kecil sabu yang disembunyikan di dubur napi tersebut. Saat penangkapapan, narapidana tersebut juga sempat melakukan perlawanan dan menghilangkan barang bukti lain pil eximer dengan cara ditelan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas 2A Magelang, Rachmad Mintaraja mengatakan, sekitar pukul 10.00 WIB petugas menggeledah semua narapidana yang selesai dibesuk dan akan masuk ke blok tahanan. Barang bawaan dan badan napi diperiksa secara ketat. Petugas menemukan barang yang diduga sabu dari tubuh Jeko.

Baca juga:  Siswa Minim, SDN Gelangan 7 Magelang Bakal Dimerger

“Ketika tadi digeledah melakukan perlawanan karena dia berusaha untuk menghilangkan barang bukti narkoba yang dibawanya,” katanya.

Selain sabu yang disembunyikan di dubur, ada narkoba yang indikasinya semacam pil eximer. Pil tersebut langsung ditelannya. “Kalau tadi, yang membesuk, dari data kami, istrinya sendiri. Orang dari Magelang sini juga. Alamatnya di Carikan, Magelang,” jelas Rachmad.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke Kepala Lapas dan diteruskan ke Polres Magelang Kota. Polisi langsung menerjunkan tim ke Lapas untuk memeriksa napi Jeko. Selain itu, pihak Lapas juga menyerahkan barang bukti berupa satu paket kecil narkoba jenis sabu. “Bahkan langsung dilakukan rekonstruksi di area kejadian tertangkapnya narapidana yang membawa sabu,” ujarnya.

Baca juga:  Lapor Polisi sambil Mabuk Ternyata Pengedar Pil Koplo

Rachmad menduga, barang tersebut sudah disiapkan istri Jeko sejak dari rumah. Pihak Lapas kesulitan menggali informasi lebih lanjut karena istri narapidana tersebut tidak tertangkap dan sudah pulang lebih dahulu. “Kita tidak tahu istrinya ketika membawa masuk, menyembunyikan di mana. Kita biasanya selalu menggeledah bahkan sampai seluruh dalam bagian badannya. Tetapi bisa lolos ini,” tandasnya.

Dari pemeriksaan sementara, diketahui sabu tersebut diselundupkan ke dalam Lapas dengan disembunyikan dalam lipatan uang Rp 5.000. Cara ini dilakukan u7ntuk menghindari kecurigaan petugas.

Atas kejadian penyelundupan ini, Rachmad menegaskan akan memperketat penggeledahan pengunjung dan semakin intensif menyisir lokasi berkumpulnya para narapidana. Ia juga berharap, Lapas bisa dilengkapi dengan mesin scan body untuk mempermudah mengendus peredaran narkoba di dalam lapas oleh pengunjung. (had/ton)

Baca juga:  Genjot Pelatihan, Lahirkan Wirausaha Baru

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya