alexametrics

Biogas Suplai Listrik Peternak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,MAGELANG–Boyolali merupakan daerah penghasil susu di Jawa Tengah. Banyak peternak sapi perah di daerah itu yang jadi penyumbang pemenuhan kebutuhan susu nasional. Jumlah populasi sapi perah di Boyolali terutama daerah Cepogo telah mencapai 80.778 ekor sedangkan jumlah produksi susu sapinya sudah melebihi target yang ditentukan.

Namun, jumlah produksi susu yang banyak tidak didukung oleh industri pengolahan susu. Di samping itu ketentuan standar kualitas pengolahan susu yang terus ditingkatkan. Pemanfaatan peralatan pendingin susu belum maksimal. Kondisi ini terjadi karena menggunakan energi listrik yang bersumber dari PLN, sehingga memerlukan biaya produksi cukup tinggi. Di sisi lain para peternak sapi perah Cepogo Boyolali menghasilkan biogas yang berasal dari limbah kotoran sapi. Selama ini biogas yang dihasilkan hanya digunakan untuk memasak saja.

Baca juga:  Implementasi Desa Bersaudara di Deyangan

Melihat permasalahan tersebut tim dosen Universitas Muhammadiyah Magelang yang beranggotakan Suroto Munahar, Bagiyo Condro P dan Andi Widiyanto membantu petani ternak sapi khususnya pada Kelompok Tani Makmur yang berlokasi di Dangean RT 03 RW 01 Gedangan Cepogo Boyolali. Bantuan yang diberikan berupa aplikasi Teknologi Tepat Guna (TTG). “Teknologi yang diaplikasikan berupa teknologi pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga gas (biogas),” jelas Suroto.

Teknologi yang diaplikasikan menghasilkan daya mencapai lebih dari 3000 watt. Daya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik dengan bahan bakar gas (biogas) tersebut mampu mensuplai kebutuhan energi untuk menghidupkan pendingin susu dan kebutuhan listrik lainnya. “Dengan aplikasi teknologi ini mampu menghemat biaya energi untuk produksi pendingin susu yang semula bersumber dari PLN, selanjutnya tidak bayar lagi,” lanjutnya. (ima/sct/ton)

Baca juga:  Angkat Potensi Wisata, Gerakkan Ekonomi Warga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya