alexametrics

Ajang Genjot Mental Atlet Muda

DJARUM FOUNDATION KEJUARAAN BULU TANGKIS MULTI CABANG KE-VIII TINGKAT EKS KARS KEDU

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Sebanyak 550 Atlet dari berbagai klub meramaikan Djarum Foundation Kejuaraan Bulu Tangkis Multi Cabang ke-VIII tingkat Eks-Karesidenan Kedu, yang berjalan mulai kamis kemarin di GOR Djarum, Kota Magelang. Ajang yang memainkan laga khusus kategori kelompok usia tersebut, akan berakhir hingga Minggu, 1 September 2019 mendatang.

Pemimpin pertandingan, Herman Yosep, mengungkap bahwa ajang yang digelar rutin tiap tahun ini bertujuan untuk pembibitan para atlet muda di wilayah Kedu. Ajang ini sendiri dibagi dari berbagai tingkat kelompok usia. Mulai dari pra usia dini hingga ke taruna. “Kejuaraan ini terbagi dalam 5 cabang pertandingan yang umum dalam bulu tangkis. Yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran,” paparnya di sela-sela pertandingan, kamis siang kemarin.

Baca juga:  Ajang Uji Kemampuan Pebulutangkis Muda

Menurut Herman Yosep, tahun ini kejuaraan multi cabang membuka peserta selain dari wilayah kedu, namun khusus bersifat undangan.  Beberapa klub – klub undangan tersebut, antara lain berasal dari Jogjakarta, Salatiga, Boyolali, Gunung Kidul dan Ambarawa.

Sementara itu, salah satu pertandingan kelompok usia tunggal putra di hari pertama kejuaraan, mempertemukan Adrian Sendra Garsia dari Klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Vamos De Java Gunung Kidul dengan Basel Danish Mufid dari PB Pancing Sembada Sleman. Dalam pertandingan tersebut, Adrian sukses memenangkan pertandingan dua set langsung dengan skor 21-10 dan 21-12.

Okto Tri Prasetya Nugraha, 32, pelatihan PB Vamos De Java, mengungkapkan, klub binaanya merupakan klub undangan dari luar Karisidenan Kedu. Sebagai klub undangan, lanjutnya, diminta untuk mengirim perwakilan minimal untuk 10 kelompok. Sebagai undangan, pihaknya senang dapat bersaing dengan para pemain di wilayah Eks Karesidenan Kedu. “Kesempatan bertanding seperti ini jarang ada, dan tentunya persaingannnya lebih ketat. Hal ini bagus untuk meningkatkan skill pemain,” ujarnya.

Baca juga:  Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Tak Bisa Asal Masuk Mapolres Magelang

Menurut Yosep tim yang diundang bukan tim sembarangan. “tim yang diundang adalah tim yang memiliki level setara dengan tim-tim dari wilayah Kedu,” tambah Irman Yosep. (mg4/fiq/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya