alexametrics

Kampung Teduh Berantas Kumuh

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Pemkot Magelang bekerja keras memberantas kawasan kumuh yang kini tersisa 37,2 hektare. Sebagai langkah konkret, Pemkot mencanangkan Kampung Tematik, Terpadu dan Hijau (Teduh) terpusat di lapangan RT 03/08, Bogeman, Kelurahan Panjang, Magelang Tengah, kemarin (28/8).

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Magelang Joko Soeparno menjelaskan Kampung Teduh memiliki tiga lokasi percontohan di tiap kecamatan dengan konsep dan tema berbeda. Penentuan ini berdasarkan kajian dan karakteristik di lingkungan tersebut.

Di sebutkan Joko, di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara ditentukan sebagai Kampung Bunga; Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan sebagai Kampung Organik dan Bebas Narkoba, sedangkan Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah sebagai Kampung Edukasi.

Baca juga:  Begini Cara TNI AD Menghormati Jenderal yang Pensiun

“Kampung Teduh ini merupakan upaya mewujudkan sinergitas pencegahan tumbuhnya kawasan permukiman kumuh baik dari aspek fisik maupun nonfisik, melalui perencanaan dan implementasi secara kolaborasi, terpadu dan komperhensif,” papar Joko di sela pencanangan.

Menurut Joko, pembangunan di Kota Magelang harus digarap bersama. Pemkot menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dengan kalangan pengusaha. Adanya kampung tematik, diharapkan dapat menggugah para dunia usaha dan perbankan melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk mereplikasi Kampung Teduh di kampung atau di kelurahan lainnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina menambahkan, kawasan kumuh harus terselesaikan tahun 2019. Bagi dirinya, yang perlu diperhatikan tidak hanya perbaikan sarana dan prasarana, namun juga pola pikir serta kebiasaan masyarakat harus ikut berubah.”Kalau kawasan atau permukiman kumuh terselesaikan, jangan muncul permukiman kumuh yang lain,” ujaranya.

Baca juga:  Bakal Ada Pesta Kembang Api di Malam Takbiran

Hal yang perlu diwaspadai munculnya permukiman kumuh baru adalah urbanisasi. Masih menurut Windarti, kawasan kumuh yang ada di Kota Magelang umumnya terkait dengan penataan lingkungan. Misalnya hal sanitasi yang belum memadai menyebabkan masih ada warga yang membuang limbah dan sampah ke sungai. Ditambahkan Windarti, program Kampung Teduh ini juga akan dijagokan pada lomba habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dalam acara ini, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dari berbagai pihak untuk mendukung Kampung Teduh. (mg2/put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya