Cacing Hati Bersarang di Tubuh 43 Ekor Sapi Kurban

1810
PARASIT : Tim pengawas hewan kurban dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang menemukan cacing hati di 43 ekor sapi yang disembelih saat Hari Raya Idul Adha 2019. (Disperpa Kota Magelang for Radarsemarang.Id)

MAGELANG, Radarsemarang.Id– Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang menemukan cacing hati bersarang di 43 ekor sapi dari 403 hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha, (11/8/2019). Kasus ini tersebar di 13 kelurahan dari 17 wilayah yang ada. Berdasarkan laporan periode 11-12 Agustus, tercatat 180 titik lokasi pemotongan hewan kurban di 13 kelurahan. Jumlah hewan kurban yang disembelih sebanyak 403 ekor sapi, 13 ekor kambing dan 1.191 ekor domba.

Kepala Bidang Peternakan Disperpa Kota Magelang Hadiono menyebutkan, temuan itu berkat ketelitian dari tim pengawas hewan kurban yang berjumlah 98 orang. Terdiri dari petugas Disperpa dan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbantan) Magelang. “Kalau memang ditemukan cacing hati maka harus dibuang, baik sebagian maupun seluruhnya tergantung banyak atau tidaknya hati yang menjadi sarang cacing,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, warga yang mendapat kiriman hati sapi diimbau untuk merebusnya hingga panas air mencapi 80 sampai 100 derajat celsius. “Agar telurnya (cacing, Red) mati, kalau disate takutnya telurnya belum tuntas mati,” ungkapnya.

Selain cacing hati, petugas juga menemukan hewan kurban yang dijual di depo-depo mengalami sakit mata. Di sisi lain, pihaknya makin getol pengawasan terhadap penyakit menular ke manusia. Salah satunya, antraks yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis.

Kasi Peternakan Sugianto menambahkan, semua hewan kurban yang ada di Kota Magelang layak untuk dipotong. Hanya saja, 42 hati sapi diafkir dan satu dimusnahkan. “Ditemukan pula 2 ekor paru domba mengalami infeksi edema atau ada cairan nanah sehingga 1 diafkir sebagian dan 1 dimusnahkan,” tambahnya.

Menurutnya, kasus-kasus ini terjadi karena beberapa faktor. Penyebab pertama adalah kesalahan peternak saat memberi makan hewan dan kurang dalam pemberian obat cacing. Akibatnya, banyak hewan kurban yang ditemukan cacingan. “Untuk pemberian obat cacing paling bagus setiap 6 bulan sekali, dengan begitu akan mencegah pertumbuhan dan perkembangan cacing yang ada di hati hewan,” terangnya.

Dia juga mengatakan presentase hewan kurban yang ada di Kota Magelang ini meningkat, Jika dipresentasi Sapi meningkat 50 persen dan domba meningkat 80 persen dibanding dengan tahun lalu. Untuk tingkat kesehatan dan layak konsumsi daging kurban untuk tahun ini mengalami penurunan, yaitu turun 8 angka. (mg2/put/lis)