Padukan Tiga Budaya, Sedekah Laut di Karangsari Kendal Berlangsung Meriah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gebyar kebudayaan dan sedekah laut di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal Kamis (18/8/2022) berlangsung meriah. Ratusan warga memakai kostum unik serta memboyong gunungan untuk diperebutkan.

Gebyar budaya kali ini, dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsari. Selain itu, kegiatan ini menyatukan tiga kesenian berbeda dari berbagai daerah. Di antaranya kesenian Singo Barong dari Kendal, Barongsai dari Semarang, serta Reog dari Ponorogo Jawa Timur. Itu dilakukan untuk nguri-nguri budaya dan mempertahankan kesenian asli Indonesia.
“Tiga kesenian berbeda itu sengaja kami tampilkan untuk mengangkat budaya dan tradisi kearifan lokal di Kelurahan Karangsari,” ungkap Plt Lurah Karangsari Jupriyono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Jupriyono menjelaskan, selain gebyar budaya juga ada larung sesaji oleh para nelayan di Kampung Kisik, Karangsari. Setidaknya ada dua kepala kambing segar serta ubo rampe berupa nasi kuning dan nasi putih, buah-buahan, hasil bumi, serta hasil laut yang disiapkan untuk dilarung dan ditanam di dalam tanah. Itu dilakukan sebagai wujud syukur masyarakat terhadap hasil laut dan bumi yang melimpah.”Gebyar budaya baru kali pertama dilakukan. Ada tiga gunungan hasil bumi yang diperebutkan warga,” katanya.

Baca juga:  Gladak-Darupono Tiga Bulan Bisa Rampung

Darto, juru kunci mengatakan, sesaji itu sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Itu juga sesuai ajaran budaya nenek moyang yakni untuk mendapatkan keberkahan harus memberikan sesaji.
“Sebelum ditanam dan dilarung, sesaji itu didoakan meminta berkah dan sebagai persembahan yang Mbahurekso di Kelurahan Karangsari,” tambahnya.

Tak hanya warga, agenda besar ini juga diikuti siswa-siswi SD di Kelurahan Karangsari. Usai prosesi larung sesaji, kemudian dilakukan arak-arakan gunungan sebelum akhirnya diperebutkan ratusan warga.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M. Ganinduto berharap, kegiatan budaya dan sedekah laut ini bisa membangkitkan perekonomian masyarakat. Selain itu, dia berpesan untuk selalu menjaga dan nguri-nguri budaya.

“Semoga kegiatan ini membangkitkan ekonomi masyarakatnya dan kebudayannya juga tetap dijaga agar tidak hilang,” harapnya. (dev/bas)

Baca juga:  16 Kecamatan di Kendal Rawan Bencana, Ini Daftarnya

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya