alexametrics

Kasus Pengeroyokan yang Menewaskan Pemuda di Plataran Kendal Terungkap, Polisi Tangkap Dua Pelaku

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendal akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka penganiayaan terhadap Bagus Prasetio Wisodo, 20, pemuda asal Plantaran, Kaliwungu Selatan.

Sebelumnya, ada empat pemuda terduga pelaku penganiayaan yang berhasil diringkus Satreskrim Polres Kendal. Setelah menjalani pemeriksaan sejak Senin (15/8) siang hingga malam, akhirnya dua pemuda berinisial A warga Cepiring-Kendal dan N warga Semarang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan Bagus Prasetio Wisodo hingga tewas.

“Empat orang terduga pelaku itu ditangkap di tempat persembunyiannya. Yaitu di Kendal dan Kota Semarang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Agus Budi Wahyono.

AKP Agus menjelaskan, adapun hasil otopsi terdapat luka akibat benda tumpul pada wajah dan tubuh. Selain itu, terdapat luka patah tulang iga belakang, luka akibat kekerasan benda tajam berupa luka tusuk pada punggung dan bagian belakang, luka bacok pada kepala, patah tulang tengkorak.

Baca juga:  Empat Rumah Roboh Diterjang Longsor

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam menjelaskan, penetapan dua tersangka ini sebagai langkah tegas aparat kepolisian dalam menindak pelaku kriminalitas. Kedua tersangka ini telah melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan Bagus Prasetio Wisodo meninggal dunia.

Selain itu, kedua tersangka ini juga telah membacok korban dengan menggunakan celurit. “Jadi kedua tersangka ini yang melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Keduanya membacok korban dengan menggunakan celurit,” jelasnya.

Tak hanya itu, polisi juga masih mengejar pelaku lainnya ke beberapa daerah. Karena kelompok tersebut merupakan gabungan pemuda dari beberapa daerah. “Kami masih kejar pelaku lainnya. Kelompok atau gangster ini anggotanya dari beberapa daerah,” Kapolres Kendal.

Baca juga:  Gaji Guru Rp 20,8 M Belum Cair

Lebih lanjut AKBP Jamal menjelaskan, terkait motif penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap korban masih belum diketahui. Pihaknya juga terus melakukan pendalaman motif tersangka yang mengakibatkan korban meninggal dunia. “Sementara dua orang lainnya yang dibebaskan tetap menjalani wajib lapor,” tandasnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya