alexametrics

Pemuda Desa Plataran Kendal Dikepung Puluhan Pemotor sebelum Akhirnya Tewas dengan Delapan Tusukan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Nasib tragis dialami Bagus Prasetio Wisodo, 20. Pemuda asal Desa Plantaran, Kaliwungu Selatan, Kendal meregang nyawa dengan delapan luka tusukan setelah menjadi korban penganiayaan di gang Kampung Krajan, Desa Plantaran Minggu (14/8) pagi.

Kepala Desa Plantaran Santoso menjelaskan, setelah ditemukan tergeletak di TKP, korban langsung dibawa ke Balkesmas Kaliwungu. Korban juga sempat mendapat penanganan, namun kondisinya yang parah membuat korban tidak bisa bertahan akhirnya meninggal dunia. Kemudian, korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

“Pihak keluarga korban juga setuju untuk diotopsi. Setelah selesai diotopsi, korban dibawa pulang ke rumah untuk dimakamkan kira-kira jam setengah lima sore,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang Senin (15/8).

Baca juga:  Pemkab Kendal Siapkan Rp 5 M untuk Warga Terdampak PPKM

Lebih lanjut Santoso menjelaskan, dia mendapat kabar setidaknya ada 20-an sepeda motor yang mengepung korban. Mereka membawa senjata tajam. Peristiwa itu terjadi menjelang salat Subuh.

“Saya tidak menyangka mas Bagus ini jadi korban. Karena dia anaknya baik dan sumeh kalau sama orang lain. Sering menyapa saya juga saat bertemu,” jelasnya. Adapun jarak TKP dari rumah korban yakni sekitar 1 kilometer.

Bahkan, ketika salat subuh di masjid, banyak jamaah yang mendengar teriakan minta tolong serta suara keramaian.”Saya harap kasus ini diusut tuntas. Saya tidak terima kalau warga saya diperlakukan seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Ngatimah, 47, ibu korban mengaku tidak tau pasti yang dialami anakya. Dia mendapat kabar tentang kejadian yang menimpa anaknya saat masih di pasar. Sehari-hari, Ngatimah hanya berjualan di warung kecilnya di depan rumah.

Baca juga:  Tujuh Bulan, Renovasi Rumdin Bupati Belum Rampung

Sebelum kejadian, anaknya sedang berkumpul bersama teman-temannya di rumah untuk mempersiapkan kegiatan jalan santai. Diketahui, korban keluar rumah.”Saya gak tau pasti. Cuma dengar anak-anak ramai ngomong untuk jemput mas Bagus. Terus semuanya pergi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ngatimah tidak mendapat firasat apa-apa terkait anaknya yang akan menjadi korban penganiayaan. Dia meminta supaya kasus yang menimpa anaknya bisa diusut tuntuas oleh pihak kepolisian.”HP anak saya dibawa pelaku. Tapi motornya kembali. Karena motornya dibawa temannya,” tururnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya